Pramono Ungkap 34 Kebakaran Jakarta Berhasil Dicegah, Ini Peran Warga

Di Rakorda 2026, Pramono menyebut 34 kebakaran di Jakarta berhasil dicegah berkat komunikasi warga dan petugas. Data Gulkarmat menunjukkan tren kasus naik.

Zahraa Devana
Oleh Zahraa Devana - Reporter
Pramono Ungkap 34 Kebakaran Jakarta Berhasil Dicegah, Ini Peran Warga
Warga dibantu petugas Damkar mencoba memadamkan api menggunakan karung basah di Rusun Jatinegara Barat, Jakarta, Senin (14/9/2015). Pelatihan dan simulasi ini guna mengantisipasi penanganan sejak dini tindak kebakaran. (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap sekitar 34 peristiwa kebakaran di Ibu Kota berhasil ditahan agar tidak berkembang berkat komunikasi yang baik antara warga dan petugas pemadam.

Pernyataan itu disampaikan saat ia membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Kebencanaan 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026). Pramono menekankan pentingnya respons cepat masyarakat untuk mencegah kebakaran meluas.

"Yang pertama, berkat komunikasi yang baik dan tindakan preventif, sebenarnya hampir ada kalau enggak salah 34 kebakaran di Jakarta yang berhasil kita tahan, kita cegah," kata Pramono.

Menurutnya, peran warga mencakup pelaporan segera kepada petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, hingga gotong royong mencegah api menjalar sebelum membesar. Ia mencontohkan upaya serupa di kawasan padat penduduk seperti Tambora dan Cakung, yang dinilai krusial mengingat kerapatan bangunan di wilayah-wilayah tersebut.

1.216 Kasus Kebakaran Tercatat Hingga Agustus

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mencatat 1.216 kejadian kebakaran di Jakarta sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Dari lima wilayah administrasi, Jakarta Barat mencatat kejadian terbanyak, yaitu 368 kasus atau 30,26 persen.

"Untuk kejadian kebakaran berdasarkan wilayah, Jakarta Barat sebanyak 368 kejadian, Jakarta Timur 299 kejadian, Jakarta Selatan 252 kejadian, Jakarta Utara 163 kejadian, dan Jakarta Pusat 134 kejadian," kata Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026).

Bayu menyebut tren kejadian meningkat pada pertengahan hingga akhir periode pencatatan. Setelah mencapai 141 kejadian pada Juni, jumlahnya naik menjadi 217 pada Juli dan kembali bertambah menjadi 240 pada Agustus.

"Kalau berdasarkan kejadian per bulan, Januari ada 129 kejadian, Februari 93, Maret 126, April 132, Mei 138, Juni 141, Juli 217, dan Agustus 240 kejadian," kata Bayu.

Agustus menjadi bulan dengan kejadian tertinggi sepanjang 2026. Tercatat 457 kebakaran terjadi hanya dalam dua bulan, Juli dan Agustus, atau sekitar 37,6 persen dari total delapan bulan pertama tahun ini.

Rekomendasi