TNI AD Tambah 6 Kodam, Ini Alasan dan Sasarannya

Kodam baru dibentuk untuk memperkuat pengamanan dan memperpendek rentang kendali, kata Kadispenad Donny Pramono. Prabowo meresmikan enam Kodam saat HUT TNI.

Pebrianto Eko Wicaksono
TNI AD Tambah 6 Kodam, Ini Alasan dan Sasarannya
Penyerahan tongkat komando dan lambang kesatuan Kodam Mataram. (Tangkapan Layar YouTube Puspen TNI)

TNI Angkatan Darat (AD) mengungkap alasan penambahan enam komando daerah militer (Kodam), yaitu untuk memperkuat pengamanan wilayah sekaligus memperpendek rentang kendali komando di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono, dilansir dari Antara, Selasa (6/10/2026).

Menurut Donny, penataan organisasi kewilayahan diperlukan agar koordinasi antar satuan berlangsung lebih cepat dan respons terhadap dinamika situasi di berbagai daerah dapat dilakukan dengan lebih sigap.

"Karena itu perlu disesuaikan agar rentang kendali lebih efektif, koordinasi lebih cepat, dan respons terhadap perkembangan situasi di wilayah dapat dilakukan secara optimal," kata Donny, dilansir Antara, Selasa (6/10/2026).

Ia menambahkan, Indonesia memiliki wilayah daratan yang luas dan banyak kepulauan, dengan kondisi geografis serta karakter masyarakat yang beragam. Kondisi tersebut mendorong TNI AD membangun sistem organisasi kewilayahan yang lebih kuat di daerah, termasuk memudahkan pengiriman bantuan saat terjadi bencana.

"Jadi, pembentukan Kodam baru bukan sekadar penambahan struktur organisasi, tetapi merupakan bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas TNI AD," terang Donny.

Prabowo Resmikan Enam Kodam Baru

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan 204 satuan baru TNI, termasuk enam Kodam, dalam upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Jakarta, Senin (5/10/2026).

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, Senin, 5 Oktober 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan 204 satuan baru TNI," kata Presiden.

Dari total tersebut, enam di antaranya adalah Kodam. Selain itu terdapat 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan, 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan, dan tiga Batalyon Bantuan Tempur. TNI Angkatan Laut menambah satu brigade dan empat batalyon Marinir.

Sementara itu, TNI Angkatan Udara menambah 10 satuan, mulai dari Divisi II Pasukan Gerak Cepat hingga satuan radar.

Peresmian ditandai dengan penekanan sirine oleh Presiden, disusul pelantikan simbolis enam Kodam baru melalui penyerahan tongkat komando dan bendera kesatuan kepada masing-masing panglima Kodam (Pangdam).

Enam Kodam baru tersebut yakni Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah di Kepulauan Riau dengan Pangdam Mayjen TNI Rionardo; Kodam XXVI/Mataram di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Pangdam Mayjen TNI Drajad Brima Yoga; Kodam XXVII/Sobe Sonbai di Nusa Tenggara Timur dengan Pangdam Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua; Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha di Maluku Utara dengan Pangdam Mayjen TNI Nefra Firdaus; Kodam XXIX/Mambruk di Papua Tengah dengan Pangdam Mayjen TNI Aminton Manurung; dan Kodam XXX/Rinambora di Nusa Tenggara Barat dengan Pangdam Mayjen TNI Edi Saputra.

Rekomendasi