Kepolisian mengungkap dua anak terlibat aksi kekerasan terkait kematian siswa kelas 2 SD di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah dipicu ketersinggungan antara korban dan anak terlibat. Dari hasil pemeriksaan saksi bahwa anak korban sempat menunjukkan dua orang dalam foto.
"Jadi penyebabnya adanya ketersinggungan dari ucapan korban dan anak yang terlibat. Terdapat dua anak yang terlibat bahkan sebelum meninggal dunia anak korban sempat menujukkan foto semua kakak kelas," kata Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Wildan Umar, Selasa (6/9).
Hal itu terungkap dari hasil delapan orang sudah diperiksa saksi. Bahkan dua anak ditunjuk korban sebelum meninggal merupakan kakak kelas 5. Sedangkan satu anak semula diduga terlibat saat peristiwa terjadi pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 09.00 WIB, saat istirahat.
"Jadi dari keterangan saksi-saksi korban sebelum meninggal dan saksi-saksi anak lainnya tidak terlibat. Dan tidak ada pemalakan kepada korban," ujar Wildan.
Terkait kabar orangtua anak terlibat ada dari anggota Polri, Wildan mengaku sudah melakukan penelusuran. Dari pihak sekolah menyebut tidak ada orangtua dari Polri.
"Dari pihak sekolah, pekerjaan orang tua atau bapak dari ketiga anak tersebut adalah tenaga medis dan wiraswasta, bukan polisi yang selama ini dikabarkan di sosial media," ujar Wildan.
Advertisement
Kronologi Tewas
Sebelumnya diberitakan, Muhamad Hasbi Al-Aqib (7), murid kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Pemalang, meninggal dunia pada Rabu (30/9) sore saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Saat kejadian aksi kekerasan menyebabkan anak meninggal dunia terjadi saat jam istirahat di depan pintu kamar kecil dalam kondisi lokasi sepi karena banyak yang bermain di depan halaman.
Hasbi, warga Kebondalem, sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengeluhkan sakit pada bagian perut. Diah Indriyanti (36) selaku ibunya mengatakan anaknya mulai masuk rumah sakit pada Kamis (17/9). Saat itu, keluarga belum mengetahui adanya dugaan peristiwa kekerasan yang dialami anaknya.
Setelah menjalani perawatan selama sembilan hari, Hasbi diperbolehkan pulang. Namun, kondisi korban disebut semakin menurun hingga tidak dapat berjalan karena mengeluhkan sakit di sekujur tubuh.
Setelah tiga hari berada di rumah, kondisi Hasbi kembali memburuk. Keluarga berencana membawanya kembali ke rumah sakit. Namun, dalam perjalanan, Hasbi meninggal dunia Pada Rabu (30/9).