Instruksi Baru Disdik Usai Bocah SD di Pemalang Tewas Diduga Dibullying

Aturan baru itu dikeluarkan Disdik Jateng untuk mengoptimalisasi seluruh program pencegahan dan penanganan perundungan di sekolah.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Instruksi Baru Disdik Usai Bocah SD di Pemalang Tewas Diduga Dibullying
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bicara kasus dugaan perundungan siswa sd di pemalang. (istimewa).

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah meminta seluruh satuan pendidikan untuk selalu waspada dan memantau anak didiknya di lingkungan sekolah atau satuan pendidikan. Hal tersebut dilakukan untuk mengoptimalisasi seluruh program pencegahan dan penanganan perundungan di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin mengatakan, pemantauan dengan koordinasi secara intens tersebut juga berlaku di daerah lain. Adapun pemantauan dilakukan secara langsung.

"Misal di saat jam istirahat dipantau, kalau tidak ada cctv ya memantau langsung. Pulang sekolah juga dipantau. Jangan sampai anak masih ada di sekolah tapi guru sudah pulang. Tetap tunggu sampai anak-anak di sekolah habis, ada piket misalkan, supaya anak tetap dipantau di lingkungan sekolah," kata Sadimin, Kamis (8/10).

Sadimin mengatakan, sebisa mungkin setiap satuan pendidikan dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan menyenangkan dalam pembelajaran di lingkungannya. Jika pembelajaran dapat menggembirakan dan tidak ada perundungan maka akan banyak prestasi yang muncul.

"Kami tentu prihatin tapi kami tetap ingatkan teman-teman di satuan pendidikan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Jadi harapannya kita zero bullying," ujar dia.

Terkait kasus perundungan siswa SD di Kabupaten Pemalang, Sadimin menyampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tetap ikut memantau. Meskipun SD-SMP merupakan kewenangan pemerintah kabupaten/kota, Pemprov Jateng tidak bisa lepas tangan begitu saja sehingga koordinasi terus dilakukan.

"Soal sanksi kewenangan kabupaten/kota. Tetapi kita kolaborasi dan koordinasi dengan dinas pendidikan Kabupaten Pemalang. Intinya bareng-bareng anak-anak kita dijaga," kata Sadimin.

Target Zero Bullying

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan kepada seluruh satuan pendidikan di Jawa Tengah harus zero bullying. Dia tidak ingin kasus perundungan seperti terjadi terhadap siswa SD di Kabupaten Pemalang terulang kembali di tempat lain.

"Saya sudah perintahkan Dinas Pendidikan, jadi di tempat kita seluruh sekolah harus zero bullying dengan mengedepankan edukasi yang kita lakukan," kata Luthfi.

Untuk diketahui, seorang siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, berinisial A (7), meninggal dunia setelah diduga menjadi korban perundungan oleh kakak kelasnya. Korban meninggal dunia pada Rabu, 30 September 2026, setelah sempat dirawat di RSUD dr M Ashari Pemalang sejak Kamis, 17 September 2026. Kasus tersebut saat ini masih dalam penyelidikan kepolisian.

Rekomendasi