Tembus Jalur Ekstrem, Pertamina Salurkan Bantuan 534 Korban Gempa Palue

Aksi ini merupakan komitmen perusahaan dalam mendampingi masyarakat di masa-masa sulit pascabencana.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Tembus Jalur Ekstrem, Pertamina Salurkan Bantuan 534 Korban Gempa Palue
Warga memeriksa rumah-rumah yang rusak akibat gempa di Lamba Leda Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, Selasa, 18 Agustus 2026. (Foto AP/Firdia Lisnawati)

 

PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan pokok bagi 534 penyintas gempa bumi di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut diserahkan langsung ke Posko Utama Kecamatan Palue serta Posko Pengungsian Desa Rokirole pada 20–21 Agustus 2026.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan bahwa aksi ini merupakan komitmen nyata perusahaan dalam mendampingi masyarakat di masa-masa sulit pascabencana.

"Pertamina Peduli hadir untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan pascagempa. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban para penyintas dan mendukung proses pemulihan di wilayah terdampak," ujar Kitty dikutip dari Antara, Sabtu (22/8).

Adapun logistik yang disalurkan meliputi bahan pangan pokok seperti beras, minyak goreng, air mineral, kopi, dan mi instan. Selain itu, Pertamina Patra Niaga menyerahkan perlengkapan pengungsian vital, mulai dari kasur lipat, selimut, handuk, tikar, lampu darurat, terminal listrik, hingga kebutuhan sanitasi seperti sabun, sampo, pembalut wanita, dan popok bayi.

Perjuangan Menembus Jalur Ekstrem

Tembus Jalur Ekstrem, Pertamina Salurkan Bantuan 534 Korban Gempa Palue
Tembus Jalur Ekstrem, Pertamina Salurkan Bantuan 534 Korban Gempa Palue

Proses pendistribusian bantuan menuju Pulau Palue membutuhkan perjuangan ekstra. Tim Pertamina Patra Niaga harus menempuh perjalanan laut dari Maumere menggunakan kapal feri selama lima jam, dengan jadwal berlayar yang sangat bergantung pada cuaca

Setibanya di Pulau Palue, tantangan belum usai. Tim harus melanjutkan perjalanan darat menggunakan kendaraan pikap selama satu jam, membelah akses jalan yang tertutup material longsor akibat guncangan gempa demi mencapai lokasi para pengungsi.

Aksi tanggap darurat ini mendapat apresiasi tinggi dari Camat Palue, Rudolfus Riba. Ia menyebut bantuan tersebut sangat krusial bagi warganya yang sedang tertimpa musibah.

"Kecamatan Palue mengalami kerusakan yang cukup parah akibat gempa. Bantuan logistik dan kebutuhan dasar dari Pertamina Patra Niaga ini sangat membantu meringankan beban masyarakat kami," tutur Rudolfus.

Kitty menambahkan, Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah serta pihak terkait untuk memastikan seluruh bantuan terdistribusi tepat sasaran. Hal ini sejalan dengan komitmen berkelanjutan perusahaan untuk selalu hadir memberikan dukungan dalam situasi darurat maupun fase pemulihan bencana.

Rekomendasi