Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, resmi mengirimkan surat kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Surat tersebut dilayangkan guna meminta bantuan penanganan sengketa investasi yang melibatkan lembaga pemerintah Malaysia, Federal Land Development Authority (Felda), pada perusahaan kelapa sawit (CPO) asal Indonesia, PT Eagle High Plantations Tbk.
Investasi pada perusahaan berinisial EHP tersebut merupakan peninggalan kebijakan manajemen Felda di era kepemimpinan Perdana Menteri Najib Razak.
"Saya telah menulis surat kepada Presiden Prabowo Subianto, meminta beliau untuk juga melihat juga masalah ini," kata Anwar dalam pernyataan yang dikutip di Kuala Lumpur, seperti ditulis Antara, Minggu (23/8).
Advertisement
Bayang-Bayang Kerugian Triliunan Rupiah
Anwar mengungkapkan bahwa pembiaran terhadap masalah ini berisiko menimbulkan dampak finansial yang sangat besar bagi Malaysia. Akibat keputusan manajemen periode sebelumnya, Felda terancam menanggung kerugian hingga 2,5 miliar ringgit atau setara Rp11 triliun.
Padahal, Felda merupakan badan pemerintah yang memegang misi sosial untuk pemukiman warga miskin. Hingga saat ini, lembaga tersebut belum dapat menarik kembali dana investasinya akibat adanya hambatan hukum dari pihak EHP di pengadilan Indonesia.
Berdasarkan laporan yang ada, dari total dana yang dialokasikan, Felda diperkirakan hanya mampu memulihkan pengembalian dana sebesar 200 juta ringgit atau sekitar Rp876 miliar.