Perbukitan Bogor Disulap Jadi Sekolah Gratis Terpadu, Intip Fasilitasnya

Kawasan perbukitan Bogor kini disulap jadi Sekolah Rakyat Terpadu gratis untuk 1.000 siswa.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Perbukitan Bogor Disulap Jadi Sekolah Gratis Terpadu, Intip Fasilitasnya
Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero), Dian Sovana

Upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu hadir di Kabupaten Bogor. Sebanyak seribu siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Bogor, Jasinga, Jawa Barat, pada Rabu (21/8).

Pelaksanaan MPLS ini sekaligus menandai operasional kawasan pendidikan seluas 6,96 hektare tersebut untuk menyukseskan Program Sekolah Rakyat. Berada di area perbukitan dengan ketinggian sekitar 161 meter di atas permukaan laut (mdpl), kompleks ini dirancang khusus untuk menampung hingga 1.080 siswa yang berasal dari keluarga kelompok desil 1 dan desil 2.

Lebih dari sekadar fisik bangunan sekolah, kawasan ini mengusung konsep ekosistem pendidikan terpadu. Terdapat sekitar 29 bangunan yang saling terhubung, mencakup gedung sekolah tiap jenjang (SD, SMP, SMA), asrama putra dan putri, asrama guru, gedung serbaguna, sarana ibadah, kantin, area olahraga, hingga ruang terbuka hijau.

Penataan lanskap yang terpadu dan asri ini diharapkan mampu menciptakan iklim belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi pertumbuhan siswa.

Bagi PT Brantas Abipraya (Persero) selaku pihak pembangun, bergulirnya MPLS menjadi tonggak penting karena fasilitas yang digarap kini telah memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero), Dian Sovana, menegaskan bahwa perampungan proyek SRT 1 Kabupaten Bogor merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program strategis pemerintah dalam pemerataan infrastruktur pendidikan.

"Kami bersyukur pembangunan SRT 1 Kabupaten Bogor telah selesai dan kini mulai dimanfaatkan oleh masyarakat. Bagi Brantas Abipraya, setiap infrastruktur yang kami bangun tidak berhenti pada selesainya pekerjaan konstruksi, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap sekolah ini menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi para siswa," ujar Dian, Senin (24/8).

Dian menjelaskan, sarana fisik yang mumpuni berbanding lurus dengan perkembangan peserta didik. Oleh sebab itu, pihaknya memastikan setiap detail konstruksi tidak hanya memenuhi standar mutu, tetapi juga mengakomodasi seluruh kebutuhan belajar siswa secara menyeluruh.

"Melalui pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, kami ingin turut menghadirkan infrastruktur pendidikan yang berkualitas, aman, dan dapat segera dimanfaatkan. Ini menjadi bagian dari komitmen Brantas Abipraya untuk memberikan nilai tambah melalui setiap karya yang kami bangun," kata Dian.

Fasilitas Pembentukan Karakter

Keberadaan asrama dan fasilitas penunjang di SRT 1 Kabupaten Bogor pun memegang peranan kunci. Tempat ini tak hanya disiapkan sebagai arena belajar mengajar akademis, melainkan pula wadah pembentukan karakter, pengasahan keterampilan, serta penggalian potensi diri anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.

Melalui momen MPLS, para siswa baru mulai mengenali lingkungan, berinteraksi dengan tenaga pendidik, memanfaatkan fasilitas, serta merajut pertemanan baru sebagai langkah awal perjalanan studi mereka. Bagi Brantas Abipraya, efektivitas sebuah pembangunan pada akhirnya diukur dari seberapa besar manfaat sosial yang dapat dirasakan publik secara berkelanjutan.

"Pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa. Melalui infrastruktur pendidikan yang berkualitas, kami ingin turut memperluas kesempatan belajar dan mendukung lahirnya generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing," ujar Dian.

Ia juga menegaskan komitmen BUMN tersebut untuk terus menghadirkan proyek-proyek infrastruktur berkualitas tinggi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

"Ke depan, Brantas Abipraya akan terus menghadirkan karya-karya infrastruktur yang berkualitas, tepat mutu, tepat waktu, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan Indonesia yang semakin maju dan berdaya saing,” tutup Dian.

Rekomendasi