Penutupan 591 sekolah di Sarawak diberlakukan mulai hari ini hingga besok akibat cuaca panas yang berkepanjangan dan kabut asap. Dikutip dari Bernama, Kamis (20/8/2026), Departemen Pendidikan Sarawak (JPNS) menyampaikan kebijakan ini diambil untuk wilayah-wilayah yang terdampak di negara bagian tersebut.
Dari total itu, 509 merupakan sekolah dasar dengan 107.590 siswa, sedangkan 82 lainnya adalah sekolah menengah dengan 89.733 siswa.
JPNS menyebut penutupan dilakukan sementara dan akan dievaluasi berdasarkan kondisi cuaca serta kualitas udara di lapangan.
Advertisement
JPBNS Perketat Pemantauan Cuaca dan Risiko Kebakaran
Komite Pengelolaan Bencana Negara Bagian Sarawak (JPBNS) menyatakan pihaknya terus memantau kondisi cuaca, kualitas udara, keberadaan titik panas, risiko kebakaran hutan serta lahan gambut, dan kondisi pasokan air di berbagai wilayah.
Menurut JPBNS, cuaca panas dan kering yang berlangsung lama dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan, lahan gambut, dan area terbuka. Kondisi ini juga berpotensi memberikan tekanan terhadap ketersediaan sumber daya air.
“Oleh karena itu, JPBNS akan terus memperkuat pemantauan, kesiapsiagaan, serta langkah-langkah pencegahan dan mitigasi, khususnya di wilayah berisiko tinggi,” kata JPBNS.
Advertisement
Belajar dari Rumah Selama Sekolah Ditutup
JPNS menyatakan penutupan seluruh sekolah di bawah kewenangannya dipicu kabut asap yang memengaruhi kualitas udara.
Meski sekolah ditutup, kegiatan belajar mengajar tetap dilanjutkan melalui pembelajaran dari rumah.
“Keputusan tersebut diambil sebagai langkah pencegahan untuk melindungi keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan siswa serta staf sekolah, terutama dari risiko paparan udara yang tidak sehat,” kata JPNS.
JPNS menambahkan, informasi terbaru mengenai durasi penutupan dan waktu pembukaan kembali sekolah akan disampaikan melalui kanal resmi departemen serta Kantor Pendidikan Distrik.
Advertisement
Kuching hingga Betong, Ini Lokasi yang Terdampak
Wilayah yang terdampak meliputi Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Serian, Sri Aman, Lubok Antu, dan Betong.
Sekolah-sekolah yang ditutup berada di bawah 10 Kantor Pendidikan Distrik (PPDS) setempat.
Kabut asap yang memengaruhi kualitas udara disebut meluas di kawasan-kawasan tersebut pada periode yang sama.