Pencarian Dihentikan, 6 Orang di Pesawat Medis dari Bermuda Diduga Tewas

US Coast Guard menghentikan pencarian pesawat medis rute Bermuda–Boston. Operator menyebut 6 orang di Heartbeat 104 diduga tewas. Ini faktanya.

Septian Deny
Oleh Septian Deny - Reporter
Pencarian Dihentikan, 6 Orang di Pesawat Medis dari Bermuda Diduga Tewas
Ilustrasi kecelakaan mematikan Pesawat Lao Airlines yang jatuh di Laos, 16 Oktober 2013. (Unsplash/Lennart Heim)

Enam orang di dalam pesawat medis yang hilang saat terbang dari Bermuda menuju Boston pada Sabtu diduga meninggal dunia. Penghentian pencarian penyintas oleh Pengawal Pantai Amerika Serikat (United States Coast Guard) pada Minggu malam dikutip dari BBC.

Operator Latitude Air Ambulance menyampaikan duka dan memastikan mereka berkoordinasi dengan otoritas terkait. Pernyataan itu dirilis tak lama setelah otoritas menghentikan upaya pencarian di lepas pantai Nantucket, Massachusetts.

"Kini kami harus menghadapi kenyataan yang memilukan bahwa empat anggota tim Latitude kami, pasien kami, serta pendamping keluarga pasien yang berada di dalam Heartbeat 104 diduga telah meninggal dunia," ujar Latitude Air Ambulance dalam sebuah pernyataan tidak lama setelah penghentian pencarian tersebut.

"Pikiran kami yang utama tertuju pada keluarga, orang-orang tercinta, teman, dan rekan kerja mereka," lanjut pernyataan tersebut.

Badan Penerbangan Federal (Federal Aviation Administration/FAA) kehilangan kontak dengan pesawat Gulfstream G-100 itu sesaat setelah pukul 01.00 waktu setempat (05.00 GMT) pada Sabtu pagi. Pada Sabtu malam, pihak berwenang menemukan ladang puing yang dikonfirmasi berasal dari pesawat tersebut.

Berdasarkan data FlightAware, pesawat berangkat dari Bandara Internasional L.F. Wade Bermuda pada Jumat pukul 23.40 waktu setempat dan dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Logan Boston pukul 01.30 EDT (05.30 GMT).

Di dalam pesawat terdapat empat warga negara Kanada dan dua warga negara Bermuda.

"Ini merupakan kehilangan yang tak terbayangkan bagi keluarga Latitude kami dan bagi semua orang yang mencintai enam orang di dalam Heartbeat 104," kata Peter Byl, Presiden Latitude Air Ambulance, pada Minggu malam.

"Fokus kami saat ini adalah mendukung keluarga mereka, mendukung tim kami, dan membantu pihak berwenang. Kami akan menghormati rekan-rekan kami dengan mengingat kepedulian, profesionalisme, dan komitmen yang mereka bawakan dalam pekerjaan mereka setiap hari," jelas dia.

Latitude Air Ambulance adalah perusahaan asal Kanada yang menyediakan layanan penerbangan medis internasional bagi pasien untuk kembali ke daerah asal.

Dua pilot dan dua staf medis yang semuanya berkebangsaan Kanada terbang ke Bermuda untuk menjemput seorang pasien beserta kerabatnya, sebagaimana disampaikan oleh Clarence Togeretz, Direktur Operasi Penerbangan di Latitude, kepada CBC News.

Rekomendasi