PM Jepang Ungkap Pengalaman Unik dengan Kecoak di Rumah Dinas

Sanae Takaichi bercerita soal kecoak di kediaman resmi Tokyo lewat X. Setelah staf bertindak, ia menulis ada perasaan lain yang muncul. Begini ceritanya.

Septian Deny
Oleh Septian Deny - Reporter
PM Jepang Ungkap Pengalaman Unik dengan Kecoak di Rumah Dinas
Sanae Takaichi, perdana menteri Jepang dan presiden LDP, memasang pin penanda kandidat pemenang pemilu Majelis Rendah di kantor pusat LDP di Tokyo, Minggu (8/2/2026). (Dok. Keisuke Hosojima/Kyodo News via AP)

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, 65 tahun, mengisahkan momen saat menemukan seekor kecoak di kediaman resminya di Tokyo. Dikutip dari People, Senin (5/10/2026), cerita itu ia bagikan lewat unggahan tanya jawab di X bulan lalu, yang awalnya ditulis dalam bahasa Jepang.

Pada unggahan tersebut, Takaichi menjawab pertanyaan warganet soal kabar rumah dinas perdana menteri yang disebut angker. Menurut The Associated Press, legenda itu berkaitan dengan tewasnya orang-orang dalam dua upaya kudeta pada 1930-an, tak lama setelah rumah itu dibangun.

Takaichi menegaskan belum pernah melihat hantu di rumah dinasnya. "Saya belum pernah bertemu hantu, tetapi sampai baru-baru ini, saya adalah orang yang berteriak ketika menemukan kecoak," tulis Takaichi di X.

Ia juga menceritakan kecoak itu muncul meski kebersihan rumah dinas dijaga. Saat masih tinggal di asrama anggota parlemen, ia mengaku tak pernah bertemu kecoak. Di kediaman resmi, ia rutin membersihkan lantai di bawah meja makan, membuang sisa makanan ke tempat sampah berpenutup kuat, serta mencuci dan memilah wadah plastik.

Karena itu, ia terkejut ketika suatu hari serangga tersebut berlari melewati kakinya.

Takaichi menyebut ia tak sanggup membunuh serangga, merujuk kecintaannya sejak kecil pada manga Phoenix karya Osamu Tezuka yang bertema reinkarnasi. "Mungkin karena itu, bahkan sekarang sebagai orang dewasa, saya tidak tega membunuh serangga, termasuk kecoak," tulisnya.

Ia bahkan sempat berpikir soal siklus reinkarnasi saat melihat kecoak itu berkeliaran. "Mungkin kehidupan ini juga merupakan bagian dari siklus panjang reinkarnasi itu," kenangnya. Ia mengenang momen itu saat melihat kecoak tersebut berkeliaran di kediaman resmi.

Karena alasan tersebut, ia membiarkan kecoak itu untuk sementara, berharap akan pergi sendiri. "Untuk sementara, saya menahannya, berharap kecoak itu entah bagaimana akan pergi sendiri. Namun, ketika saya memberi tahu sekretaris saya, mereka terkejut," tulisnya.

Takaichi menambahkan ada staf yang langsung mengambil tindakan. "Salah satu sekretaris berkata dengan tegas, 'Itu tidak bersih. Saya akan mengurusnya,' dan mengatur Operasi Tempur," lanjut Takaichi.

Kesepian Setelah Kecoak Tak Terlihat Lagi

Setelah stafnya bertindak, Takaichi menyebut tak lagi melihat kecoak di kediaman resmi.

Meski lega, ia mengaku timbul perasaan lain. "Saya merasa lega, tetapi juga sedikit kesepian, atau mungkin sedih..." tulisnya.

Cerita tersebut muncul bersamaan dengan penjelasannya di unggahan lain bahwa ia kini lebih banyak bekerja dari kediaman resmi yang berada di sebelah kantornya, di tengah pemberitaan yang menyebut ia lebih sering berada di rumah dinas.

Takaichi mengatakan bekerja dari rumah dinas memungkinkan pengurangan jumlah staf dan personel keamanan, termasuk polisi khusus atau SP, pada waktu tertentu. Menurutnya, cara ini membuat pekerjaan lebih efisien sekaligus mengurangi beban staf dan personel keamanan pada hari kerja.

"Meski kediaman perdana menteri dikenal sebagai rumah perdana menteri, tempat itu juga memiliki fungsi yang kuat sebagai ruang untuk pertemuan dan kegiatan resmi," tulis Takaichi.

Rekomendasi