Kisah Agrominafiber: Anyaman Lokal Kebumen yang Tembus Pasar Amerika Serikat

Membangun bisnis kerajinan ternyata tidak sekadar urusan menciptakan produk berstandar tinggi, tapi ini rahasianya.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Kisah Agrominafiber: Anyaman Lokal Kebumen yang Tembus Pasar Amerika Serikat
Anyaman Lokal Kebumen yang Tembus Pasar Amerika Serikat

Melihat potensi besar dari material anyaman, Novita Hermawan tergerak untuk menyulap bahan lokal tersebut menjadi produk kerajinan bernilai tinggi. Melalui brand Agrominafiber, ia mengembangkan lini perabot dan homedecor berbasis anyaman yang menggabungkan nilai fungsi, estetika desain, serta karakter unik pengrajin daerah.

Namun, membangun bisnis kerajinan ternyata tidak sekadar urusan menciptakan produk berstandar tinggi. Novita menyadari betul bahwa di tengah ketatnya persaingan industri perabot, produk juga harus memiliki branding yang kuat agar mampu memikat kepercayaan calon pembeli.

Pesan mendalam tersebut dibagikan Novita dalam Webinar Merah Putih bertajuk 'Merdeka Berkarya, UMKM Naik Kelas' yang digelar oleh PT Pertamina (Persero).

"Produk yang bagus belum tentu otomatis terjual. Kita harus belajar bagaimana produk diposisikan, dikomunikasikan, ditemukan, dan akhirnya dipercaya konsumen," ujar Novita dikutip dari Antara, Minggu (22/8).

Langkah Agrominafiber untuk tumbuh bertahap dimulai saat mengikuti Program Womenpreneur Pertamina Foundation pada 2022, sebelum resmi menjadi UMKM binaan Pertamina setahun setelahnya.

Dari sinilah akses pengembangan usaha Novita terbuka lebar. Agrominafiber aktif melahap berbagai pelatihan, mulai dari UMK Academy Go Online, LMS UMK Academy, Petrapreneur Aggregator 2025, hingga Business Matching dan SMEXPO Pertamina Marketplace.

Tidak berhenti pada materi kelas, Agrominafiber juga diboyong ke panggung pameran berskala nasional, seperti INACRAFT, Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, hingga INABUYER 2026. Interaksi langsung dengan beragam tipe pembeli mengubah strategi pemasaran Agrominafiber dari sekadar mengandalkan media sosial menjadi sistem omnichannel—memanfaatkan website, pameran, hingga platform ekspor.

"Pendampingan saja tidak cukup, karena dari UMKM sendiri perlu bertransformasi dari sekadar memiliki produk unggulan menjadi produk pilihan. Untuk sampai ke sana, kita perlu membangun brand, membangun kepercayaan, kemudian membangun pasar," kata Novita.

Tembus Pasar Internasional dan Panen Apresiasi

Konsistensi dan adaptasi strategi bisnis tersebut membuahkan hasil manis. Pada 2025, Agrominafiber mencatatkan tonggak sejarah baru dengan melakukan pelepasan ekspor perdana produk homedecor ke Amerika Serikat.

Sederet deretan penghargaan bergengsi pun berhasil dikantongi, di antaranya:

  • Awarding Program Kewirausahaan KemenKUKM 2023
  • Juara 2 Kreasi dan Inovasi Kabupaten Kebumen 2024
  • UMKM Terinternasional Bank Indonesia Jawa Tengah 2025
  • Pemenang Sisberdaya 2025
  • Top 10 Petrapreneur Aggregator Pertamina
  • Peringkat Kelima Ecosystem Impact Champion 2026

Pentingnya Pendampingan Berkelanjutan

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengapresiasi kegigihan Agrominafiber. Menurutnya, proses pembinaan UMKM harus berfokus pada penguatan kapasitas secara menyeluruh, tidak sebatas sukses di satu ajang pameran.

"Setiap UMKM memiliki potensi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kami mendorong proses pembinaan yang tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga bagaimana pelaku usaha semakin kuat dari sisi kapasitas, digitalisasi, brand, hingga akses pasar. Harapannya, UMKM dapat semakin mandiri dan mampu membawa produknya menjangkau pasar yang lebih luas," ujar Baron.

Baron menambahkan bahwa dukungan Pertamina mencakup aspek perizinan, digitalisasi, pelatihan, hingga pembukaan pintu ke pasar global.

"Yang ingin kami bangun bukan hanya keberhasilan dalam satu pameran atau satu transaksi, tetapi proses agar UMKM terus belajar, berkembang, dan memiliki daya saing untuk tumbuh dalam jangka panjang," tambah Baron.

Melalui program pembinaan UMKM berkelanjutan ini, Pertamina turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Nomor 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan Nomor 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), sekaligus menyokong agenda Asta Cita poin ke-3 dalam mendorong kewirausahaan nasional.

Rekomendasi