PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus memperkokoh ekosistem biomassa nasional melalui integrasi rantai pasok dari hulu ke hilir. Langkah ini dilakukan dengan membangun kemitraan erat bersama petani, kelompok tani, badan usaha, hingga pemerintah daerah guna menjamin produksi, kualitas, serta keberlanjutan pasokan biomassa di tanah air.
Pendekatan terpadu tersebut tak hanya memenuhi kebutuhan bahan bakar cofiring di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), tetapi juga membuka pasar baru bagi sisa hasil pertanian yang sebelumnya belum terkelola optimal. Alhasil, pemanfaatan residu ini mampu mendongkrak pendapatan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi sirkular di sektor pertanian.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah pertanian menghadirkan solusi yang menghubungkan sektor pertanian dan energi dalam satu rantai nilai yang saling menguatkan.
"Sektor pertanian tidak hanya berperan menjaga ketahanan pangan, tetapi juga mampu menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Melalui pemanfaatan limbah dan residu pertanian, PLN EPI terus membangun ekosistem biomassa yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat, memperkuat rantai pasok energi primer, sekaligus mendukung percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan," ujar Mamit dikuitp dari Antara di Jakarta, Minggu (23/8).
Advertisement
Kolaborasi Strategis Menuju Net Zero Emissions
Keberhasilan pengembangan biomassa nasional ini berakar pada sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, asosiasi, serta masyarakat. Sinergi tersebut sejalan dengan upaya modernisasi pertanian guna memacu produksi pangan sekaligus bioenergi demi mewujudkan kemandirian energi dan pangan nasional.
Pemanfaatan biomassa sebagai campuran bahan bakar PLTU ini sekaligus menjadi instrumen krusial dalam mempercepat transisi energi menuju Net Zero Emissions (NZE) tanpa mengesampingkan kesejahteraan para petani.
"Ke depan, PLN EPI akan terus memperkuat kemitraan dengan para petani, kelompok tani, pemerintah daerah, serta pelaku usaha agar biomassa tidak hanya menjadi solusi energi terbarukan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional," kata Mamit.
Advertisement
Buah Kepemimpinan dalam Transisi Energi
Berkat konsistensi dalam membangun ekosistem biomassa nasional tersebut, kepemimpinan PLN EPI mendapat pengakuan luas. Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, dianugerahi penghargaan Excellence Leadership in Energy Transition Through Biomass Acceleration Development Program pada ajang Forum Sinergi Inovasi Industri (FSII) Innovation Award 2026.
Trophies diserahkan langsung oleh Chairman FSII sekaligus CEO PT Tender Indonesia, Tito Loho, dalam Forum Diskusi Nasional di JIEXPO Kemayoran. Pada gelaran yang menjadi bagian dari The 12th Inagritech 2026tersebut, Hokkop dinilai sukses memimpin percepatan penyerapan biomassa berbasis pemanfaatan limbah pertanian untuk mendukung transisi energi nasional.