Cerita Drajad Wibowo: Ibu Palembang Punya 3 Gerai Geprek dari Modal Rp2 Juta dan Belajar di Youtube

Drajad Wibowo mengisahkan ibu di Palembang membesarkan usaha ayam geprek bermodal Mekaar Rp 2 juta. Ia juga membeberkan langkah pemerintah soal bunga.

Immanuel Christian
Oleh Immanuel Christian - Reporter
Cerita Drajad Wibowo: Ibu Palembang Punya 3 Gerai Geprek dari Modal Rp2 Juta dan Belajar di Youtube
Politikus PAN Drajad Wibowo (Liputan6.com/Faizal Fanani

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Drajad Wibowo, menuturkan kisah seorang ibu rumah tangga di Palembang yang mampu mengembangkan usaha ayam geprek berawal dari pembiayaan Kredit Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) senilai Rp 2 juta.

Menurut Drajad, pinjaman awal itu digunakan untuk membeli perlengkapan penggorengan. Sang pelaku usaha kemudian memperdalam resep dan strategi berdagang secara mandiri melalui tayangan YouTube.

"Beliau mendapatkan modal pertama Rp 2 juta, tapi kemudian beliau rajin nonton YouTube, rajin belajar," ujar Drajad saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Ia menekankan, di samping akses pembiayaan, pendampingan dan pemberdayaan yang konsisten menjadi kunci bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produksi.

Komitmen Pemerintah Menurut Drajad Wibowo

Drajad menyebut keberhasilan usaha itu berdampak pada kesejahteraan keluarga, termasuk pendidikan anak yang mampu menuntaskan studi hingga meraih gelar sarjana ekonomi.

"Sekarang beliau punya tiga gerai ayam geprek dan menjadi vendor bagi instansi pemerintah kalau ada rapat-rapat. Anaknya bahkan sampai lulus sarjana ekonomi," tutur Drajad.

Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen memperluas program pemberdayaan bagi kelompok ekonomi menengah ke bawah melalui kombinasi kredit terjangkau, pendampingan, dan pengembangan usaha berbasis kelompok.

Menurut Drajad, Presiden telah memberikan arahan untuk menurunkan suku bunga kredit Mekaar bagi ibu-ibu menjadi 8% agar akses pembiayaan semakin menjangkau luas.

"Pertumbuhan di desil-desil bawah inilah yang akan lebih banyak didorong oleh Kemenko Perekonomian. Jumlah sasaran penerimanya bukan hanya belasan juta, melainkan mencapai puluhan juta orang," pungkasnya.

Rekomendasi