Polisi Korea Selatan Selidiki Kebocoran CCTV Ruang Operasi ke Situs Dewasa

Polisi Korsel selidiki dugaan kebocoran rekaman CCTV ruang operasi ke situs luar negeri. Ada 80 video diduga beredar. Anggota parlemen Huh Jong-sic bersuara.

Septian Deny
Oleh Septian Deny - Reporter
Polisi Korea Selatan Selidiki Kebocoran CCTV Ruang Operasi ke Situs Dewasa
apakah cctv ada suaranya ©Ilustrasi dibuat AI

Kepolisian Korea Selatan menyelidiki dugaan kebocoran rekaman CCTV dari ruang operasi dan sejumlah klinik yang diretas lalu disebarkan di situs ilegal luar negeri. Penelusuran ini menyoroti perlindungan data pasien serta keamanan perangkat pengawas di fasilitas medis.

Dikutip dari SBS News, Badan Kepolisian Nasional Korea Selatan pada 6 Oktober menyatakan telah menerima permintaan penyelidikan dari anggota parlemen Partai Demokrat Korea, Huh Jong-sic, pada 29 September terkait dugaan peretasan dan kebocoran rekaman CCTV institusi medis. Penanganan perkara dilimpahkan kepada Kepolisian Provinsi Chungcheong Utara.

Sebelumnya, empat tersangka yang diduga pertama kali meretas, menyebarkan, dan menjual rekaman tersebut melalui situs ilegal telah ditangkap pada tahun lalu. Saat itu, polisi meminta pemblokiran akses terhadap sejumlah situs yang memuat banyak video hasil perekaman ilegal, termasuk materi yang dimaksud, serta mengambil langkah untuk melindungi para korban. Namun, setelah para penyebar awal ditangkap, rekaman kembali diunggah ke situs lain. Aparat kini berencana menyelidiki pihak-pihak yang kembali menyebarkan konten tersebut.

Sejauh ini, sebagian besar rekaman yang bocor diduga berasal dari kamera berjenis Internet Protocol (IP camera). Berbeda dengan CCTV konvensional, kamera IP terhubung ke jaringan kabel maupun nirkabel sehingga rekaman bisa dikirim langsung ke perangkat lain. Kondisi ini memicu kritik berkepanjangan terkait kerentanan kamera IP terhadap pelanggaran keamanan.

Menurut kantor Huh Jong-sic, penyelidikan atas dugaan kebocoran rekaman CCTV institusi medis menemukan 80 video yang memperlihatkan pemeriksaan medis serta pasien saat berganti pakaian di sejumlah fasilitas kesehatan di Korea Selatan. Materi ini diduga berasal dari klinik obstetri dan ginekologi, klinik bedah plastik, klinik pengobatan tradisional Korea, serta departemen kedokteran rehabilitasi. Dari jumlah tersebut, 21 video disebut berasal dari satu klinik obstetri dan ginekologi di Seoul.

"Dengan rekaman orang yang sedang menjalani pemeriksaan medis dan berganti pakaian beredar, bagaimana masyarakat bisa merasa aman untuk pergi ke rumah sakit?" kata Huh.

Huh mendesak penyelidikan menyeluruh melalui kerja sama internasional untuk menelusuri rantai penyebaran rekaman. Di sisi lain, kebocoran ini terjadi setelah Korea Selatan memberlakukan perubahan Undang-Undang Pelayanan Medis pada September 2023, yang mewajibkan pemasangan dan pengoperasian CCTV di ruang operasi fasilitas medis yang melakukan pembedahan terhadap pasien dalam kondisi tidak sadar akibat anestesi.

Rekomendasi