Menjelang gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Retail (PERTARE), mulai memeriahkan atmosfer balap motor dunia tersebut. PERTARE menghadirkan booth resmi Official Merchandise Pertamina Grand Prix of Indonesia di Bandara Internasional Lombok.
Langkah ini dilakukan untuk memudahkan para penonton dan penggemar MotoGP berburu merchandise resmi sejak pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Lombok, sebelum menuju Pertamina Mandalika International Circuit.
Booth yang berlokasi di area pintu kedatangan ini beroperasi pada 7–13 Oktober 2026. Pengunjung dapat menemukan beragam produk koleksi resmi lengkap dengan berbagai penawaran promo menarik.
Corporate Secretary PERTARE, Ardhi Widodo, mengungkapkan bahwa kehadiran booth ini bertujuan untuk memberikan pengalaman yang lebih berkesan bagi para wisatawan dan pecinta balap.
"Dengan hadirnya Official Merchandise Pertamina Grand Prix of Indonesia di Bandara Internasional Lombok, kami berharap dapat menambah pengalaman dan antusiasme masyarakat, khususnya para penggemar yang akan menyaksikan langsung gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia. Kehadiran merchandise ini juga menjadi kesempatan bagi pengunjung untuk membawa pulang memorabilia dari perhelatan MotoGP di Indonesia," terang Ardhi.
Selain di bandara, PERTARE juga menyediakan Official Merchandise resmi di Bright Store yang berada di dalam area Pertamina Mandalika International Circuit pada 9–11 Oktober 2026.
Kehadiran pernak-pernik resmi di titik-titik strategis ini diharapkan makin menyemarakkan gelaran MotoGP Mandalika sekaligus melengkapi pengalaman para fans balap tanah air.
Advertisement
Kini 100 Persen Marshal MotoGP Mandalika dari NTB
MotoGP Mandalika tak hanya menjadi panggung balap internasional bagi Indonesia. Ajang tersebut juga mulai membuka jalan bagi tenaga lokal Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk bekerja dengan standar internasional, bahkan mendapat kesempatan tampil di sirkuit dan ajang balap di luar negeri.
Pada penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026, seluruh marshal dan volunteer disebut telah berasal dari NTB.
Kondisi ini berbeda dengan penyelenggaraan awal ketika tenaga lokal masih menjadi bagian kecil dari sumber daya manusia yang terlibat.
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menemui empat perwakilan marshal di Sirkuit Mandalika, Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Selasa (6/10/2026). Mereka yakni Vincent Wijaya dari Kota Mataram serta Samsuri Ramdan, Doni Indrawan, dan Irdiansyah Yusuf yang berasal dari Lombok Tengah.
Dalam pertemuan tersebut, Iqbal menggali pengalaman para marshal, mulai dari bagaimana mereka mendapat kesempatan bekerja di Mandalika, menjalani pekerjaan dengan standar internasional, hingga akhirnya dipercaya terlibat dalam ajang balap di luar negeri.
Menurut Iqbal, perjalanan tersebut menunjukkan perubahan dalam keterlibatan masyarakat lokal sejak Mandalika menjadi lokasi penyelenggaraan event internasional secara rutin.
“Dulu, untuk ngecat sirkuit itu harus dikerjakan bule-bule. Sekarang 100 persen orang lokal. Dulu marshal asli Lombok itu minoritas. Sekarang setelah diberi kesempatan, mereka bahkan dipakai di sirkuit lain, di ajang internasional lainnya,” kata Iqbal.
Salah satu yang merasakan peluang tersebut adalah Vincent. Setelah terlibat dalam MotoGP Mandalika, ia mendapat kesempatan menjadi marshal di Sirkuit Sepang, Malaysia, hingga ajang Formula E di Jakarta.
Iqbal menilai pengalaman tersebut menunjukkan kapasitas tenaga lokal ketika diberikan ruang dan kepercayaan untuk berkembang.
“Ketika mendapatkan ruang, kepercayaan dan pengalaman, masyarakat NTB mampu bekerja dengan standar yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan event internasional,” katanya.
Tak hanya marshal, keterlibatan anak muda NTB juga terlihat dari sisi volunteer. Untuk penyelenggaraan tahun ini, seluruh volunteer disebut berasal dari NTB.
Iqbal mengapresiasi kepercayaan diri para volunteer yang dinilainya semakin siap berhadapan dengan wisatawan dan peserta event internasional.
“Saya bangga melihat teman-teman yang percaya diri. Mau tampil. Dan bisa berbahasa Inggris. Pesan saya, hospitality itu berawal dari senyum. Jadi pastikan kalian selalu tersenyum,” katanya.