Bukan Soal Gaji, Ini Cara Sebenarnya BPS Tentukan Desil

BPS beberkan rahasia penentuan Desil dan cara resmi ajukan sanggahan data.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Bukan Soal Gaji, Ini Cara Sebenarnya BPS Tentukan Desil
Cara Cek Penerima Bansos & Desil Kemensos PKH-BPNT Mei 2026/Ilustrasi Gemini AI

Badan Pusat Statistik (BPS) meluruskan pemahaman publik terkait angka desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menekankan bahwa angka desil berfungsi sebagai gambaran posisi relatif kesejahteraan warga, bukan ukuran tunggal yang mencerminkan kondisi ekonomi absolut sebuah keluarga.

"Desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi," kata Amalia dalam keterangan yang diterima di Jakarta, dikutiip dari Antara, Minggu (23/8).

BPS menegaskan kembali bahwa desil bukanlah standar mutlak kemiskinan, apalagi ukuran nominal pasti dari pendapatan maupun kekayaan. Sebagai ilustrasi, keluarga yang berada di desil 3 berada pada kelompok ketiga dari sepuluh tingkat pemeringkatan kesejahteraan relatif. Hal ini berarti keluarga yang berada dalam desil yang sama tidak otomatis memiliki pendapatan, pengeluaran, atau kondisi sosial ekonomi yang persis serupa.

Penentuan desil tidak sebatas melihat satu indikator tunggal seperti besaran penghasilan, kepemilikan aset tertentu, daya listrik, atau jenis pekerjaan semata. BPS memperhitungkan kombinasi berbagai variabel sosial ekonomi secara menyeluruh.

Beberapa indikator yang dinilai meliputi:

  • Fasilitas Tempat Tinggal: Kondisi fisik perumahan, akses air minum, serta bahan bakar/energi untuk memasak.
  • Aset dan Konsumsi: Kepemilikan barang bernilai serta daya dan tingkat konsumsi listrik.
  • Profil Keluarga: Komposisi anggota keluarga, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, riwayat kesehatan, hingga keberadaan penyandang disabilitas.

Seluruh variabel ini diolah menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT). Pendekatan berstandar internasional ini biasa diandalkan untuk mengestimasi tingkat kesejahteraan saat data pasti pendapatan atau konsumsi sulit diverifikasi secara penuh. Karena berbasis gabungan banyak variabel, perubahan pada satu indikator tidak akan serta-merta mengubah posisi desil suatu keluarga.

Fungsi Desil dan Pemutakhiran Data

BPS menjelaskan bahwa desil hadir sebagai alat bantu pemeringkatan bagi kementerian dan lembaga untuk mengenali peta kesejahteraan masyarakat. Informasi ini menjadi acuan dalam menetapkan prioritas sasaran program bantuan, namun desil itu sendiri bukanlah daftar resmi penerima bantuan tertentu.

Mengingat kondisi ekonomi bersifat dinamis, posisi desil dapat bergeser seiring perubahan kondisi keluarga maupun perubahan posisi relatifnya terhadap keluarga lain. Untuk itu, BPS terus memperbarui data dengan mengombinasikan data administrasi, hasil survei, laporan pemda, verifikasi lapangan (ground check), hingga masukan langsung dari warga.

Per 10 Juli 2026, DTSEN Versi 3 Tahun 2026 telah mencatat 290,13 juta data individu serta 95,98 juta data keluarga.

Bagi masyarakat yang merasa data keluarganya belum sesuai dengan fakta di lapangan, BPS membuka akses pembaruan melalui fitur usul dan sanggah di kanal resmi, seperti:

  1. Aplikasi atau situs Cek Bansos (cekbansos.kemensos.go.id)
  2. Sistem SIKS-NG via operator desa/kelurahan
  3. Situs Cek DTSEN (dtsen-form.bps.go.id)

Pengajuan sanggahan tersebut tidak otomatis mengubah angka desil seketika, melainkan akan diproses kembali melalui metode penghitungan data resmi.

"BPS bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terus melakukan pemutakhiran untuk menjaga kualitas DTSEN agar semakin mencerminkan kondisi masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam memastikan informasi diri dan keluarganya sesuai kondisi sebenarnya juga menjadi bagian penting dari proses tersebut," kata Amalia.

Rekomendasi