Petinju sekaligus mantan juara dunia Zolani "Last Born" Tete tewas ditembak pada Jumat (21/8) di Afrika Selatan. Informasi awal peristiwa ini dikutip dari The Guardian, Minggu (23/8/2026).
Tete berusia 38 tahun. Ia dikenal sebagai salah satu petinju top dari Afrika Selatan yang pernah meraih gelar dunia di dua kelas berbeda.
Polisi menyebut motif penembakan belum diketahui dan penyelidikan telah dimulai. Aparat juga meminta bantuan masyarakat untuk mengungkap kasus ini. Seorang perempuan berusia 27 tahun yang bersama Tete turut menjadi korban dan dilarikan ke rumah sakit.
Advertisement
Penembakan di Depan Rumah
Tete baru saja tiba di rumahnya di wilayah permukiman Mdantsane, Provinsi Eastern Cape, ketika insiden terjadi. Lokasi kejadian berada di lingkungan tempat tinggalnya.
Dua pria mengenakan balaclava turun dari sebuah mobil dan melepaskan tembakan ke arah Tete. Serangan itu terjadi sesaat setelah ia sampai di depan rumah.
Tete dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Polisi menegaskan penyelidikan berjalan dan meminta keterangan dari siapa pun yang mengetahui peristiwa tersebut.
Advertisement
Angka Pembunuhan di Afrika Selatan
Kematian Tete kembali menyoroti persoalan kejahatan kekerasan yang meluas di Afrika Selatan. Meski angka pembunuhan belakangan ini mengalami penurunan, negara tersebut masih termasuk dengan tingkat pembunuhan tertinggi di dunia.
Data pemerintah mencatat rata-rata 58 orang tewas dibunuh setiap hari di Afrika Selatan selama empat bulan pertama 2026.
Untuk perbandingan, Inggris mencatat rata-rata 1,5 kasus pembunuhan per hari sepanjang 2025.
Advertisement
Jejak Prestasi Petinju Zolani Tete dan Ucapan Belasungkawa
Sepanjang kariernya, Tete menjalani 34 pertandingan. Ia dua kali menjadi juara dunia, masing-masing merebut gelar IBF junior-bantamweight pada 2014 dan gelar bantamweight pada 2017.
Tete juga pernah memegang rekor dunia Guinness untuk kemenangan knockout tercepat dalam sebuah pertandingan perebutan gelar.
Kabar kematian Tete memicu duka dan berbagai penghormatan dari dunia tinju. Dewan Tinju Dunia (WBC) dalam pernyataannya menyampaikan "deepest condolences" kepada keluarga Tete serta memuji "remarkable career" yang ditorehkannya.
Menteri Olahraga, Seni, dan Budaya Afrika Selatan Gayton McKenzie menyampaikan belasungkawa mendalam.
"South Africa has lost one of the finest fighters it has ever produced … There are no words I can offer tonight that will be equal to what [the family] has lost."
Menurut McKenzie, Tete sebenarnya tengah mempersiapkan diri untuk kembali naik ring dan merasa masih memiliki sesuatu yang dapat diberikan kepada negaranya.
"he still had something to give his country."