Mirza Fakhrul Islam Alamgir resmi dilantik sebagai Presiden ke-23 Bangladesh pada Jumat. Politikus Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) itu akan memimpin selama lima tahun.
Upacara berlangsung di Bangabhaban, kediaman resmi presiden Bangladesh. Sumpah jabatan dipandu Penjabat Ketua Parlemen Kaiser Kamal di hadapan perdana menteri, anggota kabinet, dan legislator dari pihak oposisi, menurut Anadolu, Minggu (23/8/2026).
Usai pelantikan, Fakhrul mengambil sumpah enam anggota baru Kabinet Perdana Menteri Tarique Rahman yang terdiri dari empat menteri penuh dan dua menteri negara. Berdasarkan pemberitahuan resmi pemerintah yang terbit Sabtu pagi, jumlah anggota kabinet kini menjadi 51 orang setelah perombakan, perubahan, dan penarikan sejumlah anggota.
Advertisement
Pelantikan di Bangabhaban dan Kabinet Baru
Prosesi pelantikan digelar di Bangabhaban dengan protokol kenegaraan di hadapan tamu undangan. Selain perdana menteri dan anggota kabinet, hadir pula anggota parlemen dari pihak oposisi.
Penjabat Ketua Parlemen Kaiser Kamal mengambil sumpah jabatan presiden dalam acara tersebut. Fakhrul kemudian melanjutkan agenda kenegaraan pertamanya.
Segera setelah dilantik, Fakhrul memimpin pengambilan sumpah enam anggota baru kabinet Perdana Menteri Tarique Rahman. Komposisinya mencakup empat menteri penuh dan dua menteri negara.
Pemberitahuan resmi pemerintah pada Sabtu pagi menyebut total anggota kabinet kini 51 orang. Perubahan ini merupakan hasil perombakan, penggantian, dan penarikan beberapa anggota sebelumnya.
Advertisement
Perolehan Suara di Parlemen Bangladesh
Fakhrul terpilih pada Kamis dengan meraih 255 suara di parlemen.
Ia mengungguli kandidat oposisi, pensiunan Kolonel Oli Ahmed, yang memperoleh 88 suara.
Dalam pemungutan suara itu, enam anggota parlemen tidak hadir, sementara satu kursi parlemen masih kosong.
Parlemen Bangladesh memiliki 300 kursi hasil pemilihan serta 50 kursi tambahan yang diperuntukkan bagi perempuan.
Advertisement
Pemilihan Presiden Pertama dalam 35 Tahun
Pemilihan kali ini menjadi yang pertama dalam 35 tahun karena selama periode tersebut tidak ada kandidat oposisi yang mencalonkan diri untuk jabatan presiden yang sebagian besar bersifat seremonial.
Fakhrul, 78 tahun, merupakan salah satu tokoh penting BNP dan sempat muncul sebagai pemimpin de facto ketika ketua saat itu, Khaleda Zia, dipenjara.
Sementara itu, Tarique Rahman yang saat itu menjabat Ketua BNP berada di pengasingan di Inggris selama 17 tahun, sebagian besar berlangsung pada masa pemerintahan mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina selama 15 tahun.
Advertisement
Pergantian dari Mohammed Shahabuddin
Fakhrul menggantikan Mohammed Shahabuddin, yang sebelumnya menjabat sebagai presiden di bawah pemerintahan Liga Awami pimpinan Hasina.
Shahabuddin mengundurkan diri pada 24 Juli dengan alasan kesehatan, dua tahun sebelum menyelesaikan masa jabatan lima tahunnya.
Setelah pengunduran diri tersebut, Ketua Parlemen Hafiz Uddin Ahmed menjalankan tugas sebagai presiden sementara hingga Fakhrul terpilih dan dilantik.