Data BPS: 18,01 Juta Keluarga Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

BPS: 18,01 juta keluarga masih huni rumah tak layak, turun dari 2025. Di sisi lain, backlog 1 tercatat 9,29 juta rumah tangga. Ini penjelasan Amalia.

Arief Rahman H
Oleh Arief Rahman H - Reporter
Data BPS: 18,01 Juta Keluarga Tinggal di Rumah Tak Layak Huni
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap melaksanakan program peningkatan kualitas rumah tidak layak huni menjadi layak huni di Jawa Barat, untuk 16.824 rumah tak layak huni milik masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). (Dok. Kementerian PUPR)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 18,01 juta rumah tangga masih tinggal di rumah tidak layak huni pada 2026. Kelompok ini termasuk kategori backlog 2, yakni rumah tangga yang memiliki rumah namun belum memenuhi kelayakan hunian. Jumlah tersebut turun sekitar 1,3% atau sekitar 760 ribu rumah tangga dibanding 2025.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut perbaikan terjadi hampir di seluruh provinsi.

"Kalau kita perhatikan berdasarkan provinsi juga ini terlihat dari 38 provinsi hanya satu provinsi yang tidak mengalami penurunan backlog 2. Jadi 37 provinsi mengalami penurunan backlog 2 atau kalau kita sampaikan artinya secara umum kondisi backlog 2 menunjukkan perbaikan," jelas Amalia dalam Publikasi Statistik Perumahan Tahun 2026, di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (14/8/2026).

Amalia juga menyoroti akses masyarakat terhadap rumah layak huni yang terus meningkat.

"Pada tahun 2025 hingga 2026 terjadi peningkatan persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap rumah layak huni yaitu dari 68,4 % menjadi 70,3%. Dengan kata lain sebanyak 70 dari 100 rumah tangga di Indonesia telah memiliki akses terhadap rumah layak huni," tutur Amalia.

Hampir Semua Provinsi Catat Perbaikan Backlog 2

Mengutip data BPS, jumlah rumah tangga yang tinggal di rumah milik sendiri tetapi tidak layak huni pada 2026 sebanyak 18,01 juta rumah tangga atau setara 24,03%.

Pada 2025, jumlah keluarga dalam kategori yang sama tercatat 18,77 juta keluarga atau setara 25,33%.

Kelayakan rumah ditentukan oleh empat komponen: ketahanan bangunan, kecukupan luas lantai per kapita, akses terhadap air minum layak, serta akses terhadap sanitasi layak.

Backlog 1: 9,29 Juta Rumah Tangga Belum Memiliki Hunian

Selain backlog 2, BPS juga memaparkan perkembangan backlog 1, yaitu rumah tangga yang belum memiliki rumah. Amalia menyampaikan angkanya menurun dibanding tahun sebelumnya.

"Jumlah backlog 1 pada tahun 2026 sebanyak 9,29 juta rumah tangga atau turunnya sebanyak 350 ribu dari tahun sebelumnya," kata Amalia dalam Publikasi Statistik Perumahan Tahun 2026, di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (13/9/2026).

"Berdasarkan Susenas 2026 pada bulan Maret, kemudian kami memperbarui data backlog ini, backlog 1 yaitu jumlah dan persentase rumah tangga yang belum memiliki rumah, secara persentase mengalami penurunan dari 13 persen pada Maret 2025 menjadi 12,39 persen pada Maret 2026," jelas dia.

Pada 2025, BPS mencatat keluarga yang belum memiliki rumah sebanyak 9,64 juta rumah tangga.

Rekomendasi