Kredit Tumbuh Berkualitas, BRI Perkuat Manajemen Risiko dan Kualitas Aset

BRI senantiasa mengutamakan kehati-hatian dan manajemen risiko dalam pertumbuhan kredit agar kualitas aset tetap terjamin.

Wuri Anggarini
Oleh Wuri Anggarini - Reporter
Kredit Tumbuh Berkualitas, BRI Perkuat Manajemen Risiko dan Kualitas Aset
BRI konsisten salurkan kredit untuk masyarakat. Foto dok. BRI

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, yang lebih dikenal dengan sebutan BRI, terus berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan kredit dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam perbankan (prudential banking) serta pengelolaan risiko yang disiplin. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa ekspansi bisnis perusahaan tetap berlangsung dengan sehat, berkualitas, dan berkelanjutan meskipun di tengah perubahan dinamis dalam perekonomian.

BRI, sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), meyakini bahwa pertumbuhan kredit tidak hanya dapat diukur dari jumlah pembiayaan yang diberikan. Kualitas dari kredit yang disalurkan juga menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

Oleh karena itu, dalam proses penyaluran kredit, BRI mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk profil risiko debitur, prospek usaha yang dijalankan, kemampuan untuk membayar, serta kondisi sektor dan industri yang mendapatkan pembiayaan. Hal ini dilakukan agar keputusan yang diambil dapat meminimalisir risiko yang mungkin terjadi.

Menurut Direktur Manajemen Risiko BRI, Ety Yuniarti, prinsip kehati-hatian merupakan dasar dari setiap keputusan yang diambil dalam penyaluran kredit BRI. Upaya untuk menjaga kualitas aset dilakukan sejak awal melalui proses underwriting yang ketat, pemantauan kualitas kredit secara berkelanjutan, serta penerapan sistem peringatan dini untuk mendeteksi potensi risiko seawal mungkin.

"BRI tetap memiliki appetite untuk tumbuh dan menyalurkan kredit kepada sektor produktif. Namun, pertumbuhan tersebut harus dilakukan secara terukur dengan tetap mengutamakan kualitas. Kami memastikan setiap ekspansi kredit melalui proses asesmen risiko yang memadai sehingga pertumbuhan bisnis dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan," ujar Ety.

BRI Teliti Pemberian Kredit Berdasarkan Profil Risiko

BRI Perkuat Prinsip Kehati-hatian dalam Penyaluran Kredit, Jaga Pertumbuhan Berkelanjutan
BRI secara konsisten memberikan kredit kepada masyarakat. Foto dok. BRI

Dalam melaksanakan strategi pertumbuhan, BRI menggunakan pendekatan yang cermat dengan memperhatikan karakteristik risiko di setiap segmen dan sektor ekonomi. Selain itu, BRI terus memperbaiki kebijakan perkreditan dan mekanisme pemantauan portofolio agar tetap dapat beradaptasi dengan perubahan kondisi ekonomi serta profil risiko yang ada.

Pendekatan ini memungkinkan BRI untuk menjaga keseimbangan antara peluang pertumbuhan dan tingkat risiko yang bisa diterima oleh bank. Di sisi lain, pengelolaan risiko tidak berakhir setelah kredit diberikan. BRI secara rutin melakukan pemantauan portofolio dengan pendekatan berbasis data untuk mendeteksi perubahan dalam kualitas debitur dan potensi tekanan yang mungkin muncul di sektor-sektor tertentu.

"Prinsip kami bukan sekadar bagaimana kredit dapat tumbuh, tetapi bagaimana kredit tersebut dapat tumbuh dengan kualitas yang terjaga. Karena itu, kami terus memperkuat proses dari hulu hingga hilir, mulai dari underwriting, monitoring baik on-site maupun off-site, early warning system, hingga penanganan kredit yang membutuhkan perhatian khusus," lanjut Ety. Pendekatan ini menjadi semakin krusial mengingat portofolio BRI yang didominasi oleh segmen UMKM dengan karakteristik nasabah yang beragam dan tersebar di seluruh Indonesia.

Dengan memanfaatkan basis data yang kuat dan pengalaman yang panjang di segmen UMKM, BRI terus meningkatkan kapasitasnya dalam memahami karakteristik serta profil risiko nasabah secara lebih mendetail. Hal ini memungkinkan BRI untuk lebih responsif terhadap kebutuhan nasabah dan mengelola risiko dengan lebih efektif, sehingga mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

Kualitas Aset BRI Mengalami Peningkatan

BRI Perkuat Prinsip Kehati-hatian dalam Penyaluran Kredit, Jaga Pertumbuhan Berkelanjutan
BRI secara konsisten memberikan kredit kepada masyarakat. Foto dok. BRI

Perbaikan kualitas aset BRI dapat dilihat dari peningkatan rasio NPL yang mengalami perbaikan Quarter on Quarter (qoq), dari 3,07% di akhir Desember 2025 menjadi 3,01% pada Maret 2026. Selain itu, rasio Loan at Risk (LaR) yang merupakan indikator risiko kredit yang lebih proaktif juga menunjukkan peningkatan yang signifikan, di mana rasio LaR menurun dari 11,13% pada Maret 2025 menjadi 9,67% di Maret 2026, atau mengalami penurunan sebesar 145 basis poin.

BRI secara konsisten menjaga kecukupan pencadangan dan permodalan untuk mitigasi risiko serta sebagai bantalan dalam menghadapi berbagai potensi tekanan. Langkah-langkah ini diambil guna memastikan bahwa fundamental perusahaan tetap kuat dalam mendukung rencana ekspansi bisnis di masa depan. Hal ini dapat dilihat dari rasio NPL Coverage yang tetap terjaga di angka 179,45% dan rasio LaR Coverage yang berada pada 55,75%. Kedisiplinan dalam menjaga dua rasio ini mencerminkan komitmen BRI dalam menerapkan manajemen risiko yang prudensial dan menjaga tingkat pencadangan risiko yang stabil.

Rekomendasi