Seorang pria warga negara asing (WNA) asal Inggris bernama Paul Innes Dougan meninggal dunia diduga dikeroyok orang tak dikenal. Kepolisian membenarkan peristiwa pengeroyokan tersebut dan menerima laporan pada Kamis (20/8) kemarin.
"Dan baru dilaporkan kemarin (oleh keluarga korban)," kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy saat dikonfirmasi Jumat (21/8).
Peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi di sebuah bar Jalan Raya Legian, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali pada Rabu (5/8) dini hari. Setelah tiga hari, pada Sabtu (8/8) korban dijemput pihak Rumah Sakit Murni Teguh dari hotel tempat menginap di kawasan Kuta, untuk mendapatkan perawatan medis.
Kemudian pada Minggu (9/8) petang, anak korban menjemput untuk dibawa ke Rumah Sakit BIMC agar mendapatkan penanganan medis. Setiba di Rumah Sakit BIMC, korban diterima dan mendapatkan penanganan medis melalui unit gawat darurat (UGD) menjalani perawatan.
Hampir sepekan lebih dirawat tepatnya pada Kamis (20/8) sekitar pukul 12.06 WITA, korban dinyatakan meninggal dunia pihak Rumah Sakit BIMC.
"Berdasarkan informasi terakhir dari pihak rumah sakit jenazah korban selanjutnya telah berada di Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya," kata dia.
Polresta Denpasar telah melakukan pendalaman awal terkait informasi dugaan penganiayaan terhadap korban. Kepolisian kemudian melakukan koordinasi dengan pihak Rumah Sakit BIMC untuk memperoleh informasi mengenai kondisi korban, penanganan medis, waktu korban dinyatakan meninggal dunia, serta dokumen medis berkaitan dengan korban. Kepolisian juga menghubungi pihak keluarga korban, yaitu Liam Michael Dougan atau putra korban.
"Terhadap yang bersangkutan telah melakukan pembuatan laporan polisi dengan nomor: LP/B/91/VIII/2026/Polsek Kuta, tanggal 20 Agustus 2026," ujar Ariasandy.
Kepolisian juga mengatakan bahwa korban dianiaya oleh empat orang WNA yang belum diketahui identitasnya.
"Dari hasil pendalam awal diduga kuat pelaku 4 orang WNA," kata dia.
Kemudian saat ditanya apakah benar empat pelaku adalah WNA Australia, kepolisian masih belum memastikan dan juga terkait motifnya.
"Untuk lebih jelasnya nanti kita tunggu rilis dari Polresta Denpasar, karena maaih pendalaman," ujar dia.
Selain itu, dalam peristiwa tersebut anak korban Liam mengunggah kondisi ayahnya di akun Instagram pribadinya @liamdougann, terkait peristiwa pengeroyokan ayahnya saat berlibur ke Pulau Bali. Dan dia menduga bahwa ayahnya diserang sekelompok WNA dari Australia.
Dalam unggahan itu, Liam menyebut ayahnya diserang oleh sekelompok warga Australia saat sedang berlibur di Bali.
"An update on our Dad who was assaulted by a group of Australians while on holiday in Bali, leaving him in a life threatening condition (Perkembangan mengenai ayah kami yang diserang oleh sekelompok warga Australia saat sedang berlibur di Bali hingga kondisinya kritis)," tulis Liam.
Akibat kejadian itu, Paul disebut mengalami pendarahan dan patah tulang rusuk. Paul juga disebut telah menjalani tiga operasi besar, serta empat kali transfusi darah.