Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Purwokerto, Jawa Tengah. Dalam operasi tersebut, penyidik KPK mengamankan Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan OTT tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara dalam proses penerimaan mahasiswa baru.
"Terkait dengan dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara dalam penerimaan mahasiswa baru," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Jakarta, Jumat (21/8).
Budi menyayangkan dugaan korupsi terjadi di lingkungan pendidikan yang semestinya menjadi tempat menanamkan ilmu pengetahuan sekaligus nilai dan karakter.
"KPK menyayangkan terjadinya dugaan korupsi di ruang-ruang pendidikan. Ruang yang seharusnya tidak sekadar diisi dengan pembelajaran ilmu pengetahuan, tetapi juga penanaman nilai dan karakter," katanya.
Menurut Budi, dugaan korupsi tersebut bahkan terjadi dalam proses awal seorang siswa untuk menjadi mahasiswa.
"Terlebih, lanjut dia, dugaan korupsi tersebut terjadi pada saat proses awal seorang siswa untuk menjadi mahasiswa."
"Artinya, transaksional sudah terjadi saat mahasiswa baru membuka gerbang masuk kampus. Gerbang yang semestinya menjadi gapura cita-cita dan masa depan bangsa," ujar Budi.
Profil Akhmad Sodiq
Akhmad Sodiq kembali dipercaya memimpin Unsoed untuk periode 2026–2030. Ia dilantik sebagai rektor oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto di Grha Diktisaintek, Jakarta, pada 19 Mei 2026.
Pelantikan tersebut melanjutkan masa jabatan Akhmad Sodiq sebagai Rektor Unsoed periode 2022–2026. Ia pertama kali terpilih sebagai rektor melalui proses pemilihan pada Maret 2022.
Akhmad Sodiq memiliki latar belakang akademik di bidang peternakan dan produksi ternak. Ia menempuh pendidikan sarjana bidang peternakan di Universitas Jenderal Soedirman.
Pendidikan magister kemudian ditempuhnya di George-August University, sedangkan pendidikan doktoral diselesaikan di Kassel University, Jerman, dengan bidang kajian Animal Science.
Di lingkungan akademik, Akhmad Sodiq dikenal sebagai dosen yang fokus pada ilmu produksi ternak dan sistem produksi ternak. Sebelum menjadi rektor, ia pernah menjabat Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed periode 2018–2022.
Selain aktif di dunia akademik, Akhmad Sodiq juga terlibat dalam sejumlah organisasi profesi dan kemasyarakatan. Ia tercatat sebagai Dewan Pengawas DPW Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Jawa Tengah, Dewan Pakar Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI), serta Dewan Pembina Asosiasi Sarjana Membangun Desa Jawa Tengah.
Sejumlah penghargaan juga pernah diterimanya, antara lain Satyalancana Karya Satya XX Tahun 2017, Unsoed Award bidang Pengabdian kepada Masyarakat, serta penghargaan sebagai dosen berprestasi di tingkat Fakultas Peternakan dan Universitas Jenderal Soedirman.