Lima keluarga terkaya di Amerika Serikat menguasai bisnis lintas sektor, dari ritel, makanan, pertanian, energi hingga barang konsumsi. Total kekayaan mereka melampaui US$ 943 miliar, mencerminkan besarnya skala perusahaan yang mereka kendalikan.
Keluarga Walton berada di puncak dengan harta US$ 520 miliar, diikuti keluarga Koch senilai US$ 157 miliar dan keluarga Mars sebesar US$ 129 miliar. Perusahaan-perusahaan milik mereka berkembang selama puluhan hingga ratusan tahun, dan sebagian telah beroperasi di berbagai negara.
Di posisi keempat ada keluarga Edward Johnson dengan US$ 69,5 miliar dari Fidelity Investments, sementara keluarga Cargill-MacMillan di urutan kelima dengan US$ 67,9 miliar melalui Cargill. Data ini dikutip dari VnExpress, Kamis (20/8/2026).
Advertisement
Walton, Keluarga Terkaya Berkat Walmart
Keluarga Walton menjadi penerima manfaat terbesar sejak Forbes mulai melacak kekayaan keluarga pada 2014. Hampir separuh pertumbuhan kekayaan mereka terjadi dalam dua tahun terakhir, seiring lonjakan saham Walmart sebesar 117 persen pada periode yang sama.
Sekitar 41 persen saham Walmart diperkirakan dimiliki keluarga dari tujuh ahli waris: tiga anak Sam Walton yang masih hidup — Rob, Jim, dan Alice Walton — menantu perempuannya Christy Walton beserta putranya Lukas, serta dua putri Bud Walton, Ann Walton Kroenke dan Nancy Walton Laurie.
Rob Walton memimpin sebagai ketua setelah ayahnya meninggal dan menjabat hingga 2015, sebelum posisinya digantikan menantunya, Greg Penner. Rob kemudian pensiun dari dewan Walmart pada 2024, sementara putra Jim, Steuart, menggantikan posisi ayahnya sebagai anggota dewan pada 2016.
Didirikan pada 1962, Walmart tumbuh dari satu toko diskon di Arkansas menjadi peritel terbesar di dunia berdasarkan pendapatan. Perusahaan yang berbasis di Bentonville, Arkansas, ini kini mengoperasikan lebih dari 10.000 toko dan klub di seluruh dunia, termasuk sekitar 4.600 toko di AS.
Advertisement
Koch, Kerajaan Energi yang Naik ke Posisi Dua
Kekayaan keluarga Koch bertambah US$ 41 miliar dalam dua tahun terakhir, mendorong mereka naik dari posisi ketiga ke peringkat kedua.
Perusahaan keluarga dipimpin Charles Koch, 90 tahun, yang menjabat ketua sekaligus co-CEO. Ia adalah putra pendiri, Fred Koch.
Koch, Inc. berawal dari usaha penyulingan minyak dan teknik yang didirikan pada 1940, lalu berkembang menjadi kelompok perusahaan terdiversifikasi yang bergerak di manufaktur, energi, kimia, dan pertanian. Charles dan mendiang saudaranya, David, menjadi dua pemilik paling berpengaruh.
Hingga kini Koch tetap berstatus swasta. Kondisi tersebut membuat kekayaan keluarga erat terkait nilai keseluruhan kerajaan bisnis yang mereka miliki.
Advertisement
Mars, Dinasti Permen yang Tembus Penjualan US$ 65 Miliar
Keluarga Mars menjadi keluarga ketiga di AS yang memiliki kekayaan lebih dari US$ 100 miliar. Sumber utamanya adalah Mars Inc., produsen makanan, pakan hewan peliharaan, dan permen dengan penjualan sekitar US$ 65 miliar.
Perusahaan bermula pada 1911 ketika Frank Mars menjual permen dari dapurnya di Tacoma, Washington. Putranya, Forrest Sr., bergabung pada 1929 dan membantu mengembangkan nougat bercita rasa malt yang menjadi dasar produk Milky Way dan Snickers.
Meski keluarga tidak terlibat dalam operasional harian, sejumlah anggotanya duduk di dewan direksi. Dari bisnis rumahan, Mars berevolusi menjadi perusahaan global yang membentang dari makanan hingga produk perawatan hewan peliharaan dan makanan ringan.
Advertisement
Fidelity Dongkrak Johnson; Cargill-MacMillan Kuasai Pangan
Keluarga Edward Johnson menempati peringkat keempat berkat Fidelity Investments, perusahaan jasa keuangan yang berbasis di Boston dan didirikan Edward C. Johnson II pada 1946. Lini bisnisnya mencakup pengelolaan aset dan dana investasi, pialang serta perdagangan online, hingga layanan pensiun.
Hingga Desember 2025, Fidelity mengelola aset diskresioner sekitar US$ 7,1 triliun. Selain itu, perusahaan juga mengadministrasikan aset nasabah dalam jumlah yang jauh lebih besar, menjadikannya salah satu pemain jasa keuangan terbesar di dunia dan menguatkan posisi kekayaan keluarga Johnson.
Di posisi kelima, keluarga Cargill-MacMillan menguasai Cargill, perusahaan swasta terbesar di AS dengan pendapatan sekitar US$ 154 miliar. Cargill didirikan pada 1865 saat William Wallace Cargill memulai bisnis penyimpanan biji-bijian di Conover, Iowa.
Kini Cargill menjadi pemain besar industri biji-bijian; perusahaan memproduksi sirup jagung, pati, dan pakan ternak, serta menjalankan bisnis pengolahan daging dan perdagangan energi. Sedikitnya 100 anggota keluarga secara kolektif diperkirakan memiliki 88 persen saham Cargill, dan menurut Forbes, 21 di antaranya berstatus miliarder.
Whitney MacMillan, yang meninggal pada 2020, adalah anggota keluarga terakhir yang menjabat CEO Cargill. Ia memimpin perusahaan selama hampir dua dekade, dari 1976 hingga 1995.