Pakuwon Mall Surabaya mulai memasang pagar di sejumlah sisi area. Langkah ini menimbulkan pertanyaan publik karena pusat belanja tersebut selama ini relatif terbuka. Ketua APPBI DPD Jawa Timur yang juga Marketing Director PT Pakuwon Jati Tbk, Sutandi Purnomosidi, menegaskan pemasangan pagar tidak terkait kekhawatiran akan kejadian tertentu, melainkan bagian dari peningkatan aspek keselamatan dan pengelolaan area.
Sutandi menjelaskan area Pakuwon Mall memiliki sisi terbuka yang panjangnya sekitar 1,5 kilometer. Kondisi ini memungkinkan orang menyeberang dan memasuki kawasan dari berbagai titik sehingga berpotensi membahayakan pejalan kaki maupun pengguna jalan di sekitarnya.
Pernyataan tersebut ia sampaikan melalui akun Instagram pribadinya pada Jumat (31/7/2026). Ia menegaskan pemasangan pagar bukan respons terhadap isu spesifik, melainkan keputusan pengelolaan kawasan yang mempertimbangkan keselamatan dan keteraturan.
Advertisement
Pertimbangan Keselamatan di Pakuwon Mall: Sisi Terbuka 1,5 Km
Dengan panjang sisi terbuka sekitar 1,5 kilometer, mobilitas keluar-masuk kawasan terjadi dari banyak titik tanpa kontrol yang memadai. Pemasangan pagar dipilih untuk menertibkan arus pejalan kaki dan kendaraan agar interaksi di ruang publik sekitar mal tetap aman.
"Satu, yang jelas Pakuwon itu bukan peramal. Kita enggak tahu mau terjadi apa," kata Sutandi melalui akun Instagram pribadinya, Jumat (31/7/2026).
Ia menambahkan, kondisi sisi terbuka yang memungkinkan penyeberangan dari berbagai arah perlu dikelola lebih baik agar tidak membahayakan pejalan kaki. Karena itu, pagar dipandang sebagai salah satu solusi pengaturan akses masuk yang lebih tertib.
Advertisement
Contoh di Jaringan Pakuwon: Blok M Plaza hingga Royal Plaza
Menurut Sutandi, penggunaan pagar bukan hal baru di jaringan pusat belanja yang dikelola Pakuwon. Sejumlah mal telah menerapkan pagar sejak lama, menyesuaikan karakter kawasan dan desainnya masing-masing.
Ia mencontohkan Royal Plaza yang telah memiliki pagar sejak berdiri sekitar 20 tahun lalu. Seiring usia pemakaian, fasilitas tersebut kini memerlukan pembaruan untuk menyesuaikan kebutuhan dan standar keamanan saat ini.
"Justru prototipnya pagar Pakuwon Mall itu nyontoh Blok M Plaza. Nah, ini yang menjadi identitas kita semua sekarang," ujar Sutandi.
Selain itu, pagar juga telah digunakan di beberapa bagian Tunjungan Plaza, termasuk TP 4 dan TP 5, dengan material kaca. Adapun Pakuwon City Mall telah memakai pagar model BRC atau pagar kawat. Ragam desain tersebut disesuaikan dengan karakter lokasi dan fungsi area.
Advertisement
Upgrade Fasilitas dan Respons Soal Ekonomi
Sutandi menyebut pemasangan pagar sebagai bagian dari pembaruan fasilitas seiring berkembangnya kawasan dan peningkatan aktivitas pengunjung. "Sekarang berkembangnya zaman, terus Pakuwon City sendiri sudah semakin maju. Kita harus perbaiki, kita harus upgrade. Nah itu aja sih, simple as that," kata dia.
Ia meminta publik tidak mengaitkan pemasangan pagar dengan kemungkinan terjadinya peristiwa negatif. "Overthinking. Kita berharap semua baik-baik saja," ujar Sutandi.
Dalam kesempatan yang sama, ia menanggapi diskusi soal kondisi ekonomi dengan mengajak tetap optimistis. "Ekonomi baik-baik saja. Baik-baik saja. Bagi sebagian orang baik-baik saja. Bagi sebagian orang ya. Cuman kita harus selalu optimis lah ya. Optimis," ujar dia.
Sutandi menambahkan pentingnya bersikap realistis dalam menyikapi situasi yang dihadapi. "Kita memang hidup di Indonesia. Kita di Indonesia. Orang Indonesia mau apa? Ya udah kita harus realita ya kita hadapi," tuturnya.