Pangkas 118 Entitas Usaha Tahun Ini, Berikut Target dan Tahapannya

BP BUMN mengungkap percepatan streamlining di Pertamina. Tahun ini 118 entitas dibidik, dengan tahapan sejak kuartal I 2026. Ini penjelasan resminya.

Arief Rahman H
Oleh Arief Rahman H - Reporter
Pangkas 118 Entitas Usaha Tahun Ini, Berikut Target dan Tahapannya
Gedung Pertamina. Dok Pertamina

Pertamina mempercepat penyederhanaan struktur usaha. Kepala Badan Pengaturan BUMN/Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyebut sekitar 118 entitas usaha di lingkungan Pertamina Group menjadi target streamlining pada tahun ini.

Langkah ini dijalankan untuk menjawab ekspektasi tinggi pemerintah terhadap kinerja BUMN. "Proses streamlining dan transformasi perusahaan-perusahaan di bawah BUMN ini, memang kita lakukan secara fundamental dan terencana. Karena ekspektasi daripada pemerintah terhadap kita begitu tinggi, sehingga kita tidak punya banyak waktu. Kamu ikut dalam transformasi ini atau kamu tidak ikut dalam transformasi ini?," ungkap Dony dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Mengutip akun Instagram resmi BP BUMN @bumn_id, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, merinci tahapan streamlining, yakni dimulai 27 perusahaan pada kuartal I 2026.

Kemudian naik menjadi 31 perusahaan pada kuartal II 2026, dengan target mencapai 48 perusahaan pada September 2026. "Total perusahaan yang di streamline dari target memang paling besar pak, ada 118," kata Agung Wicaksono.

Dony juga mencatat, secara keseluruhan Pertamina telah memangkas sekitar 139 anak usaha sebagai bagian dari penyederhanaan grup. 

Dia menyebut konsolidasi khususnya akan difokuskan pada lini hulu. “Jadi, ke depan tidak perlu lagi ada banyak entitas seperti Hulu Rokan, Hulu RIK, dan Hulu lainnya. Itu hanya menambah birokrasi yang panjang. Maunya cukup satu konsolidasi dalam satu PT saja,” ujar Dony.

Transformasi Jangka Panjang

Gedung PT Pertamina. Dok PT Pertamina
Gedung PT Pertamina. Dok PT Pertamina

Sebelumnya, disebutkan jika hingga akhir Semester I 2026, Pertamina telah menyelesaikan proses penataan terhadap 31 entitas sebagai bagian dari upaya memperkuat bisnis inti dan meningkatkan efisiensi operasional.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi jangka panjang perusahaan yang juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dan Danantara.

"Streamlining ini merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan Pertamina, yang juga sejalan dengan aspirasi Pemerintah dan Danantara. Tujuan akhirnya adalah penguatan ketahanan energi nasional, pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat dan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional," ujar Agung dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7/2026).

Menurut dia, program streamlining menjadi salah satu prioritas strategis perusahaan karena dirancang untuk memperkuat fokus pada bisnis inti, meningkatkan daya saing, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi Pertamina Group.

Dalam pelaksanaannya, Pertamina melakukan berbagai aksi korporasi, mulai dari merger, divestasi bisnis noninti (non-core), hingga likuidasi entitas yang sudah tidak aktif (dormant), khususnya di sektor hulu migas.

Agung menjelaskan, penataan struktur grup dilakukan agar organisasi menjadi lebih ramping sehingga proses pengambilan keputusan dapat berlangsung lebih cepat. Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional serta memperkuat tata kelola perusahaan.

Rekomendasi