Kronologi KKB Adang Rombongan ASN di Jayawijaya Berujung 3 Tewas

Tiga orang dibawa ke belakang kendaraan lalu ditembak, sementara 8 lainnya melarikan diri.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Kronologi KKB Adang Rombongan ASN di Jayawijaya Berujung 3 Tewas
<p>Ilustrasi pistol. (Unsplash)</p>

Delapan korban selamat menceritakan detik-detik serangan KKB terhadap rombongan tiga aparatur sipil negara (ASN) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kabupaten Jayawijaya, Papua. Rombongan diadang seorang pelaku membawa parang, lalu tiga korban dipisahkan ke belakang kendaraan dan ditembak.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo menjelaskan insiden itu terjadi seusai rombongan menyelesaikan kegiatan survei dan penyuluhan di bidang peternakan. Ia menegaskan pengadangan terjadi di perjalanan pulang.

"Ketika rombongan ini sedang menuju setelah selesai melaksanakan kegiatan survei dan penyuluhan di bidang peternakan, di tengah jalan mereka diadang oleh satu orang menggunakan parang," kata Yusuf dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

Menurut Yusuf, seluruh penumpang diperintahkan turun. Tiga orang kemudian digiring ke bagian belakang kendaraan, sementara delapan lainnya kabur untuk menyelamatkan diri, sebagian bersembunyi di sekitar fasilitas kesehatan.

"Nah, sebagian termasuk yang korban tiga ini digiring untuk ke belakang kendaraan dan di situ mereka ditembak, mereka dieksekusi. Nah, yang lain yang 8 orang ini lari, melarikan diri mencari selamat masing-masing. Ada yang bersembunyi di belakang Puskesmas," ujarnya.

Yusuf menyebut, delapan korban selamat tidak dikejar setelah melarikan diri. Sebab kelompok bersenjata tersebut memilih kabur usai melakukan eksekusi.

Usai Serangan KKB, Korban Bertemu Polisi yang Melintas

Para korban selamat kemudian berpapasan dengan rombongan anggota Polres Jayawijaya yang sedang melintas. Mereka langsung melaporkan kejadian tersebut.

Polisi yang berada di dekat lokasi segera melakukan evakuasi dan pengamanan di sekitar tempat kejadian perkara.

"Karena yang utama ini adalah kita penyelamatan korban dulu ya," kata Yusuf.

Dari tiga korban yang ditembak, satu orang sempat masih hidup saat dievakuasi menuju rumah sakit.

"Nah, ketika kita evakuasi ke rumah sakit, dilakukan tindakan medis sampai rumah sakit, sampai RSUD Wamena, di rumah sakitlah baru korban ini meninggal dunia," ucapnya.

Rekomendasi