Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi resmi menambah 16 titik SPBU 24 jam di Kota Makassar. Penambahan ini melengkapi 11 SPBU yang sudah lebih dulu menerapkan jam operasional penuh, sehingga total ada 27 SPBU yang siap melayani warga nonstop. Langkah ini diambil untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus mengurai kepadatan pengisian BBM yang meningkat belakangan ini.
Perpanjangan jam operasional ini menjadi respons cepat Pertamina atas dinamika antrean di lapangan. Dalam tiga bulan terakhir, antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah titik, disusul lonjakan kepadatan pengisian Pertalite dalam dua hingga tiga hari belakangan.
Sementara itu, konsumsi Solar Jenis BBM Tertentu (JBT) tercatat melonjak 10–15 persen sepanjang periode Juni hingga Agustus 2026. Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya aktivitas logistik, makin lebarnya selisih harga, serta adanya indikasi praktik pelangsiran BBM di lapangan.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menjelaskan bahwa perluasan SPBU 24 jam ini bertujuan memberikan fleksibilitas waktu bagi warga.
"Penambahan jam operasional ini kami lakukan agar akses pelayanan semakin luas. Masyarakat memiliki lebih banyak pilihan waktu untuk melakukan pengisian BBM, sehingga kepadatan di jam-jam tertentu dapat ditekan," ujar Lilik.
Advertisement
Jalankan Strategi Taktis dan Blokir Ribuan Plat Nomor
Guna menjamin kelancaran pasokan energi, Pertamina juga memacu sejumlah strategi taktis di lapangan, di antaranya:
- Penerapan Marshalling: Mengarahkan antrean kendaraan di SPBU padat menuju SPBU terdekat yang lebih lengang.
- Injeksi Pasokan BBM: Menambah alokasi BBM sebesar 10–15 persen dari rata-rata harian di SPBU atau wilayah yang membutuhkan.
- Optimasi Armada Tangki: Menyesuaikan pola distribusi armada mobil tangki agar pengiriman BBM ke SPBU jauh lebih cepat.
- Pengetatan Pengawasan Subsidi: Memblokir 6.023 nomor polisi kendaraan yang terindikasi melakukan penyelewengan transaksi BBM bersubsidi.
"Berbagai langkah ini berjalan secara bersamaan. Kami melihat kondisi setiap wilayah dan SPBU berdasarkan kebutuhan, antrean, serta pola konsumsinya. Tujuannya agar pasokan tetap tersedia dan pelayanan kepada masyarakat semakin efektif," tegas Lilik.