Membeli hunian saat ini tidak lagi sebatas memilih desain atau lokasi favorit, melainkan juga mengukur kesiapan finansial dan skema cicilan. Menjawab kebutuhan tersebut, Hari Properti Nasional (Harpropnas) Fest 2026 resmi dibuka pada Rabu (9/9) lewat kolaborasi balé by BTN dan Rumah123.
Pameran yang berlangsung pada 8–13 September 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka ini mengusung konsep online-to-offline. Beragam pilihan dihadirkan bagi pencari rumah, mulai dari hunian baru, rumah sekunder, KPR take over, hingga opsi rumah lelang.
Akses pembiayaan menjadi isu krusial, khususnya bagi Gen Z dan milenial yang baru berencana membeli rumah agar pilihan tempat tinggal tetap realistis dengan kemampuan keuangan mereka.
SEVP Digital Business PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Thomas Wahyudi, menjelaskan bahwa kemitraan BTN dan Rumah123 hadir untuk mempermudah calon pembeli mengukur batas kemampuan finansial sebelum berkomitmen mengambil KPR.
"Di sini konsumen, Gen Z, milenial bisa punya opsi yang sangat leluasa. Dari mencari rumah idaman sampai melihat kemampuan finansialnya," ungkap Thomas.
Melalui ekosistem ini, calon debitur dapat langsung mengecek simulasi cicilan dan kelayakan KPR. Thomas menyarankan agar rasio cicilan ideal dijaga sekitar 30 persen dari total penghasilan, sembari memperhitungkan variabel lain seperti lokasi, biaya transportasi, dan pengeluaran harian.
Advertisement
Integrasi Layanan Digital dan Tatap Muka
Guna menjangkau karakteristik pencari rumah yang beragam, BTN memadukan layanan digital (super app) dan konsultasi langsung di kantor cabang.
"Masyarakat dapat melakukan simulasi pembiayaan secara digital maupun berkonsultasi secara langsung dengan petugas BTN. Kalau Gen Z biasanya digital savvy, mereka bisa menggunakan layanan online. Tapi kalau ingin bertemu langsung, kami juga punya cabang dan service center," jelas Thomas.
Penguatan opsi digital ini diakomodasi melalui fitur Bale Properti di aplikasi balé by BTN. Lewat fitur tersebut, calon nasabah bisa mencari properti, menghitung simulasi KPR, mengajukan pembiayaan, memantau proses persetujuan, hingga membeli furnitur.
Thomas menegaskan pengembangan ekosistem ini difokuskan pada kebutuhan pengguna, bukan semata mendorong produk bank.
"Kami membangun bukan dari product centric, tetapi dari customer need. Kebutuhan apa, dari situ kami membangun," katanya.
Advertisement
Dukungan Ekosistem dan Sektor Pemerintah
Pentingnya pendampingan bagi pembeli rumah turut ditekankan oleh CEO 99 Group, Darius Cheung. Ia menyebut Rumah123 berkomitmen hadir di setiap tahapan pencarian properti hingga transaksi pembiayaan.
"Rumah123 ingin menemani masyarakat dalam setiap tahap perjalanan menuju kepemilikan rumah, mulai dari menemukan pilihan hingga mengakses solusi pembiayaan," kata Darius.
CMO 99 Group, Bharat Buxani, menambahkan bahwa variasi kebutuhan calon pembeli—mulai dari pencari rumah pertama hingga pengurusan KPR berjalan—menjadi alasan Harpropnas Fest 2026 dirancang lebih inklusif.
"Melalui Harpropnas Fest 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman yang membuat perjalanan menuju rumah terasa lebih mudah, dekat, dan menyenangkan," ujarnya.
Dukungan juga datang dari pemerintah. Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Ronny Ariuly Hutahayan, menilai penyediaan hunian butuh keterlibatan banyak pihak.
"Akses terhadap hunian yang layak membutuhkan dukungan ekosistem yang saling terhubung, mulai dari penyediaan hunian, pembiayaan, hingga informasi," ujarnya.