Bukan Cuma soal Gaji, Ini Rahasia Pengajuan KPR Disetujui Bank

Penyedia layanan KPR tidak hanya menilai besarnya pendapatan calon debitur, tetapi juga melihat sejauh mana kedisiplinan dalam mengelola uang.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Bukan Cuma soal Gaji, Ini Rahasia Pengajuan KPR Disetujui Bank
Anak-anak saat bermain di kompleks perumahan subsidi Griya Srimahi Indah, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (16/2/2022). PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berhasil menyalurkan KPR FLPP mencapai 13.192 unit sampai akhir Januari 2022. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Memiliki rumah sendiri merupakan impian sekaligus pencapaian besar bagi banyak orang. Namun, sebelum sibuk memilih lokasi properti atau warna cat dinding. Padahal, ada hal mendasar yang jauh lebih krusial, yaitu menyiapkan fondasi keuangan agar pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) disetujui oleh bank.

Melansir panduan dari Auswide Bank, penyedia layanan KPR tidak hanya menilai besarnya pendapatan calon debitur, tetapi juga melihat sejauh mana kedisiplinan dalam mengelola uang harian.

Berikut lima langkah finansial yang perlu diterapkan sebelum mengajukan pinjaman KPR:

5 Langkah Harus Disiapkan Sebelum Ajukan KPR

Punya Gaji UMR, Lebih Baik Kontrak atau Ambil KPR?
Perencana keuangan beri penjelasan tentang keputusan mengontrak atau mengambil KPR dengan gaji UMR. (Unsplash/Jakub Żerdzicki)

 

1. Bayar Tagihan Tepat Waktu

Kedisiplinan membayar tagihan, mulai dari sewa tempat tinggal, kartu kredit, pinjaman pribadi, hingga layanan paylater menjadi bukti nyata tanggung jawab finansial Anda. Riwayat pembayaran yang bersih dan konsisten merupakan poin plus yang sangat disukai pihak bank.

2. Kendalikan Utang dan Limit Kredit

Memiliki utang tidak otomatis membuat KPR ditolak, tetapi porsi utang yang terlalu besar akan menggerus kapasitas pinjaman Anda. Pelunasan utang-utang bernominal kecil dapat melapangkan porsi tabungan harian. Selain itu, perhatikan limit kredit yang dimiliki, karena plafon kredit yang terlalu tinggi tetap dihitung sebagai potensi beban oleh bank.

3. Tahan Pengeluaran Berjumlah Besar

Hindari gaya hidup impulsif seperti membeli kendaraan baru atau berlibur mewah menjelang pengajuan KPR. Menjaga pengeluaran tetap stabil sangat penting agar uang kas tidak tergerus dan kesiapan dana uang muka (down payment/DP) tetap terjaga.

4. Jaga Stabilitas Pekerjaan dan Hindari Kredit Baru

Stabilitas pekerjaan menjadi indikator utama bagi bank untuk menilai kepastian penghasilan Anda di masa depan. Selain itu, hindari mengajukan banyak fasilitas pinjaman baru dalam waktu berdekatan agar skor kredit tidak anjlok akibat terindikasi ketergantungan pada utang.

5. Pertahankan Riwayat Kredit yang Sehat

Bagi pembeli rumah usia muda, pertahankan setidaknya satu fasilitas kredit yang dikelola dengan sangat baik. Langkah ini efektif untuk membangun riwayat rekam jejak kredit (credit score) yang positif di mata perbankan.

Reporter Magang: Hanan Mahira Amani

Rekomendasi