Chief Executive Officer (CEO) Capital A, induk usaha AirAsia, Tony Fernandes, memaparkan tantangan berat memulihkan operasional maskapai setelah pandemi Covid-19. Ia menyebut sebagian armada belum kembali mengudara.
Menurutnya, masa pandemi menjadi periode paling sulit bagi industri penerbangan karena pembatasan mobilitas secara global.
"Saat Covid-19 melanda, semua orang tentu mengalami masa yang sangat sulit. Namun bagi maskapai penerbangan, sitausinya benar-benar berat. Kami memiliki 250 pesawat yang harus di-grounded, 26.000 karyawan, dan tidak ada rute yang bisa dioperasikan," ungkap Tony dalam acara IdeaFest 2026 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Tekanan berlanjut saat fase pemulihan. Ia menyampaikan tidak ada dukungan pendanaan yang diterima, sehingga seluruh perawatan ulang armada harus dibiayai internal.
"Setelah Covid-19 berakhir, kami juga tidak mendapatkan bantuan dana dari pemerintah atau sejenisnya. Jadi, kami harus membiayai dan memperbaiki sendiri 250 pesawat tersebut," tutur Tony.
Proses pengembalian pesawat yang lama dikandangkan ke kondisi siap operasi disebut memerlukan waktu panjang. "Proses itu membutuhkan waktu sangat lama. Bahkan setelah dua tahun berlalu, hingga sekarang kami belum sepenuhnya mengembalikan seluruh armada ke kondisi operasional," kisahnya.
Advertisement
Tony Fernandes Soal Pemulihan Performa Penerbangan
Keterbatasan armada juga berdampak ke operasional harian, terutama karena tidak tersedianya pesawat cadangan di awal pemulihan.
"Pada awalnya, kami benar-benar tidak memiliki pesawat cadangan. Tentu saja, ketika terjadi masalah teknis atau kendala operasional, hal itu langsung berdampak pada jadwal penerbangan," ujarnya.
Meski begitu, tim terus mendorong perbaikan ketepatan waktu penerbangan atau on-time performance (OTP). "Performa ketepatan waktu kami sempat merosot ke titik terendah di angka 76 persen. Namun, berkat kerja keras seluruh tim, sekarang OTP kami sudah kembali naik ke angka 90 persen," kata pengusaha asal Malaysia tersebut.
Tony menambahkan, kendala teknis pada fase awal pengoperasian kembali pesawat adalah hal yang bisa terjadi setelah lama tidak terbang.
"Wajar jika pesawat yang di-grounded selama dua tahun, lalu diperbaiki dan dioperasikan kembali, akan memicu sejumlah kendala teknis di awal. Namun, kami terus bekerja keras untuk menyempurnakannya," pungkas Tony.