Sebanyak 21 perjalanan kereta api di wilayah Daop 5 Purwokerto sempat dihentikan menyusul gempa cilacap bermagnitudo 5,4 yang terjadi Jumat (4/9/2026) siang. Penghentian dilakukan melalui mekanisme Berhenti Luar Biasa (BLB) sebagai langkah keselamatan.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pukul 12.04 WIB dengan episenter pada koordinat 8,42 Lintang Selatan dan 109,02 Bujur Timur, sekitar 77 kilometer tenggara Cilacap. Gempa berkedalaman 10 kilometer itu berkarakter dangkal, getarannya dirasakan di sejumlah wilayah termasuk Purbalingga, dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Operasional perjalanan di lintas terdampak dalam wilayah kerja PT KAI Daop 5 Purwokerto dihentikan sementara untuk memastikan seluruh jalur dan prasarana aman dilintasi kembali.
“Sebagai langkah antisipasi, sebanyak 21 perjalanan kereta api di wilayah Daop 5 Purwokerto sempat dilakukan Berhenti Luar Biasa (BLB),” ujar Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M As’ad Habibuddin.
Menurut As’ad, penghentian sementara merupakan prosedur keselamatan. Selama BLB berlangsung, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap prasarana perkeretaapian di lintas terdampak.
“Pemeriksaan mencakup kondisi rel, jembatan, terowongan, hingga berbagai fasilitas pendukung operasional, ” terang As’ad.
Hasil pengecekan menunjukkan prasarana perkeretaapian di wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto dalam kondisi aman. Tidak ditemukan kerusakan pada jalur maupun fasilitas akibat gempa.
“Setelah seluruh lintas dipastikan aman dan laik dilalui, perjalanan kereta api kembali dilanjutkan,” imbuhnya.
Adapun 21 perjalanan yang sempat mengalami BLB mencakup KA 110 Fajar Utama Yogya, KA 106 Gajahwong, KA 16 Argo Dwipangga, KA 46 Taksaka, KA 188 Joglosemarkerto, serta KA 10C Argo Wilis.
Penghentian juga terjadi pada KA 114C Sawunggalih, KA 78D Lodaya, KA 6 Argo Semeru, KA 89 Gaya Baru Malam Selatan, dan KA 69 Malabar.
Selain itu, BLB diterapkan pada KA 291 Kutojaya Selatan, KA 51F Purwojaya, KA 275B Pasundan, KA 8005 Angkutan Barang, KA 143B Madiun Jaya, KA 2623 Angkutan Barang, KA 75B Mataram, KA 201 Joglosemarkerto, KA 61B Manahan, dan KA 161 Bangunkarta.
Durasi pemberhentian bervariasi antara 12 hingga 66 menit. KA 291 Kutojaya Selatan menjadi perjalanan dengan durasi BLB terlama, yakni 66 menit, sementara KA 51F Purwojaya berhenti selama 12 menit.
Atas keterlambatan yang timbul akibat prosedur keselamatan tersebut, KAI Daop 5 Purwokerto menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan.
“Kami juga menyampaikan terima kasih atas kesabaran dan pengertian pelanggan selama proses pemeriksaan berlangsung,” ucap As’ad.
As’ad menegaskan keselamatan penumpang dan awak merupakan prioritas utama. Pemeriksaan prasarana dilakukan secara antisipatif untuk menjamin kelancaran operasional dan keamanan perjalanan.
“Setelah pemeriksaan selesai dan lintas dinyatakan aman, seluruh perjalanan KA di wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto kembali berjalan normal,” pungkasnya.