Mengatur keuangan dengan pendapatan yang fluktuatif atau tak pasti seperti yang dialami freelancer, pekerja proyek, hingga pengusaha UMKM memang memiliki tantangan tersendiri dibanding mereka yang bergaji tetap. Jika tidak dikelola dengan terstruktur, uang mudah habis begitu saja tanpa sempat disisihkan untuk tabungan maupun dana darurat.
Padahal, kunci keberhasilan menabung sering kali bukan terletak pada seberapa besar pendapatan, melainkan sejauh mana pengelolaan keuangan dilakukan secara disiplin. Berikut lima langkah praktis mengelola keuangan bagi pemilik penghasilan tidak tetap mengutip laman insight, Sabtu (5/9):
1. Tentukan Angka Pendapatan Dasar
Catat seluruh pemasukan, lalu hitung rata-rata penghasilan bulanan dari 6–12 bulan terakhir. Sebagai alternatif paling aman, gunakan angka pendapatan terendah dalam periode tersebut sebagai patokan dasar anggaran bulanan.
2. Evaluasi Arus Kas dan Alokasi Pos Pengeluaran
Periksa riwayat transaksi bank, kartu kredit, dan e-walletselama tiga bulan terakhir. Setelah itu, terapkan rumus alokasi ideal: 50%–60% untuk kebutuhan pokok, maksimal 30% untuk cicilan utang, dan minimal 10% untuk tabungan atau investasi.
3. Susun Skala Prioritas Pengeluaran
Dahulukan kebutuhan primer seperti bahan pangan, tempat tinggal, tagihan bulanan, dan biaya pendidikan. Tempatkan kebutuhan sekunder serta tersier—seperti langganan layanan streamingatau belanja pakaian—di urutan akhir. Pastikan membedakan antara kebutuhan nyata dan sekadar keinginan.
Advertisement
Trik Berikutnya
4. Prioritaskan Pembangunan Dana Darurat
Bagi pemilik penghasilan tidak menentu, dana darurat adalah jaring pengaman utama saat terjadi krisis atau pengeluaran tak terduga. Sisihkan sebagian uang setiap kali menerima pembayaran, dan langsung alokasikan bonus atau komisi ekstra ke rekening dana darurat.
5. Gunakan Fitur Tabungan Otomatis
Jangan menunggu sisa uang di akhir bulan untuk menabung. Begitu honor atau hasil penjualan masuk, segera alokasikan porsi tabungan terlebih dahulu. Manfaatkan fitur autodebit di aplikasi perbankan agar proses penyisihan uang berjalan otomatis tanpa terpakai untuk hal lain.
Advertisement
Lakukan Evaluasi Anggaran Secara Berkala
Setelah menerapkan lima langkah di atas, luangkan waktu untuk mengevaluasi anggaran secara rutin, baik dua minggu sekali maupun sebulan sekali.
Jika pendapatan pada bulan berjalan melebihi target dasar, alokasikan kelebihannya untuk tabungan jangka panjang seperti dana pensiun atau pendidikan anak. Sebaliknya, jika pendapatan sedang menyusut, segera pangkas pos pengeluaran gaya hidup agar kebutuhan pokok tetap terpenuhi dengan aman.
Reporter Magang: Hanan Mahira Amani