Lahan di Jalur Utama Selatan Cianjur Terbakar

Kebakaran lahan Cianjur melanda jalur Tanggeung–Sindangbarang. 25 petugas dikerahkan. BPBD mengungkap dugaan pemicu dan imbauan bagi warga.

Yacob Billiocta
Oleh Yacob Billiocta - Reporter
Lahan di Jalur Utama Selatan Cianjur Terbakar
Kebakaran di Cianjur

Kebakaran lahan Cianjur terjadi di jalur utama menuju selatan, tepatnya di Jalan Raya Tanggeung–Sindangbarang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur bersama Pemadam Kebakaran menurunkan 25 petugas dan satu unit mobil pemadam untuk memadamkan api di area seluas 2.000 meter persegi.

Menurut Antara, Jumat (4/9/2026), kebakaran diduga dipicu kelalaian warga saat membakar sampah di lahan yang rawan terbakar. Kondisi musim kemarau membuat sebagian besar rumput dan pohon di kawasan tersebut mulai mengering.

Petugas membutuhkan waktu hingga dua jam untuk menaklukkan api agar tidak merembet ke permukiman di sekitar lokasi.

"Sekitar 25 orang petugas gabungan dibantu satu unit mobil pemadam, berusaha memadamkan api agar tidak menjalar ke perkampungan warga, selang dua jam petugas berhasil memadamkan api," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama.

Samudra menjelaskan, peristiwa ini merupakan kebakaran lahan kedua dalam sepekan. Dua hari sebelumnya, kejadian serupa juga berlangsung akibat sampah yang dibakar sembarangan lalu ditinggalkan.

Merespons kondisi tersebut, BPBD menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada warga, melibatkan aparat desa dan kecamatan. Imbauan difokuskan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah saat membersihkan lingkungan selama musim kemarau.

Selain itu, pengguna jalan yang melintas di jalur utama Cianjur dari utara hingga selatan diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan karena vegetasi kering di tepi jalan mudah tersulut api.

"Termasuk imbauan pada pengendara dan masyarakat tidak membakar sampah guna membersihkan lingkungan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan karena rumput dan tanaman yang mengering di pinggir jalan mudah terbakar," katanya.

BPBD Cianjur berkoordinasi dengan Damkar Cianjur dan Polres Cianjur untuk mempercepat penanganan jika terjadi kebakaran lahan. Koordinasi tersebut antara lain diterapkan saat kebakaran di Kecamatan Cilaku satu hari sebelumnya, yang membakar lahan seluas 2 hektare dan membutuhkan waktu hingga enam jam untuk dipadamkan.

"Kami juga menyiagakan 15 petugas setiap harinya di pusdalops guna memantau dan mengawasi situasi serta melakukan penanganan cepat ketika mendapat laporan terjadinya bencana terutama kebakaran lahan selama musim kemarau," pungkasnya.
Rekomendasi