PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memacu peningkatan kualitas dan tingkat keterhunian rumah subsidi seiring dengan makin ekspansifnya penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Provinsi Jambi. Bagi BTN, hunian untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tak cukup sekadar terjangkau, tetapi wajib memenuhi standar layak, nyaman, aman, sehat, serta didukung lingkungan yang memadai.
Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, menekankan bahwa fungsi rumah jauh melampaui wujud fisik bangunannya. Rumah merupakan muara interaksi keluarga sekaligus ruang bagi anak-anak untuk tumbuh dan membentuk karakter.
"Rumah bukan hanya dilihat dari sisi fisik semata, tetapi bagaimana rumah bisa memberikan kenyamanan, keamanan serta kesehatan bagi penghuninya. Karena itu, setelah akad kami juga mendorong para debitur untuk segera menghuni dan merawat rumahnya dengan baik,” ujar Hirwandi dikutip di Jakarta, Minggu (30/8).
Ia menambahkan, salah satu tantangan terbesar dalam memangkas angka backlog perumahan adalah mempertemukan data peminatan masyarakat dengan ketersediaan lahan serta pasokan unit di lokasi yang sesuai. Untuk mengatasinya, BTN terus mengoptimalkan sinergi dengan pemerintah daerah dan para pengembang agar pembangunan hunian makin pas dengan kebutuhan warga.
Akses MBR terhadap kepemilikan rumah saat ini juga makin terbuka lebar berkat serangkaian insentif dan kebijakan pemerintah. Dukungan tersebut meliputi KPR FLPP dengan suku bunga tetap 5% sepanjang tenor, Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) sebesar Rp4 juta, Kredit Program Perumahan (KPP), hingga keringanan pajak dan perizinan seperti PPN, BPHTB, serta PBG.
Advertisement
Keterhunian Rumah Subsidi di Jambi Lampaui Rata-Rata Nasional
Ekspansi pembiayaan FLPP di Jambi ditopang oleh pemanfaatan unit yang tergolong sangat tinggi. Merujuk data BP Tapera, tingkat keterhunian rumah FLPP di Provinsi Jambi sudah menembus angka 95,07 persen, melampaui rata-rata nasional yang berada di level 94,02 persen. Perumahan Grand Citra Asri Pudak sendiri menjadi salah satu lokasi yang masuk dalam pemantauan BP Tapera bersama BTN KC Jambi pada Agustus 2026.
Merespons tren positif ini, Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan bahwa kebutuhan perumahan akan terus melesat seiring pertumbuhan kawasan urban. Oleh sebab itu, penyediaan fasilitas dasar menjadi kunci utama penataan kawasan pemukiman.
"Kami berkomitmen akan membangun fasilitas dasarnya, yaitu pendidikan dan kesehatan, termasuk air bersih. Tiga hal ini menjadi komitmen kami," ujar Maulana.
Ia juga mengimbau agar pembangunan perumahan konsisten mematuhi tata ruang wilayah. Pengembang diminta menghindari area resapan air maupun lokasi rawan banjir guna menciptakan lingkungan tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Advertisement
Lebih Dari Sekadar Tempat Tinggal
Sementara itu, CEO LIP House Raymond Tanoto mengungkapkan bahwa penuntasan akad 250 KPR ini menjadi milestone penting bagi perusahaan. Sebab, tolok ukur keberhasilan proyek hunian tak cuma dihitung dari jumlah bangunan yang berdiri, melainkan dari banyaknya warga yang terbantu memiliki tempat tinggal.
"Ini menjadi milestone bagi kami. Sebanyak 250 unit ini bukan hanya mau kami hitung sebagai unit, tetapi kami ingin menghitung bahwa hari ini kami membantu 250 orang menerima rumah baru," kata Raymond.
Ia menjelaskan, keputusan LIP House berinvestasi di Jambi didasari oleh potensi besar kawasan tersebut ke depan. Konsep hunian yang diusung pun berfokus pada kenyamanan hidup pengguna lewat lokasi strategis dan keunggulan fasilitas.
"Rumah bukan hanya tempat buat kita tinggal, tapi tempat kita benar-benar memulai hidup. Kami menyediakan lokasi yang dekat dengan fasilitas, ada fasilitas di dalam klaster, dan juga hospitality-nya," tutur Raymond.
Inovasi tersebut turut mengantarkan LIP House meraih penghargaan Outstanding Gen-Z Affordable Housing Innovationyang diserahkan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Advertisement
Grup BTN Kucurkan Lebih dari 100 Ribu Unit KPR FLPP
Sebagai pelopor pembiayaan perumahan sejak 1976, BTN telah menyalurkan KPR untuk lebih dari 6 juta unit rumah di Indonesia. Saat ini, Grup BTN menguasai sekitar 38 persen pangsa pasar KPR nasional dan mendominasi lebih dari 70 persen pasar KPR subsidi.
Sepanjang tahun 2026, Grup BTN mencatatkan penyaluran KPR FLPP melebihi 100.000 unit di seluruh Indonesia. Khusus di wilayah Jambi hingga Juni 2026, BTN telah membukukan pembiayaan sebanyak 1.517 unit KPR dengan nilai total plafon mencapai sekitar Rp240,99 miliar.
Pelaksanaan akad massal 250 KPR subsidi di Grand Citra Asri Pudak menjadi bukti konkret perluasan akses perumahan oleh BTN di Jambi. Melalui kolaborasi berkelanjutan bersama pemerintah, BP Tapera, pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan, BTN berkomitmen memastikan rumah bersubsidi tidak hanya berkualitas, tetapi juga tepat sasaran dan benar-benar dihuni oleh penerima manfaat.