Perundingan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Meksiko kini menghadapi tantangan tak terduga yang berkaitan dengan penamaan produk susu. Masalah ini muncul seiring dengan keberatan Washington terhadap kesepakatan dagang baru antara Meksiko dan Uni Eropa (UE) yang memberikan perlindungan khusus bagi ratusan produk Eropa berdasarkan wilayah geografisnya, seperti Parmigiano Reggiano, Feta, dan Manchego.
Kesepakatan yang ditandatangani pada Mei tersebut memberikan hak hukum bagi Uni Eropa untuk menindak pelanggaran terkait penggunaan nama-nama tersebut. Di sisi lain, pemerintah AS berpendapat bahwa nama-nama produk tersebut bersifat generik, sehingga pembatasan ini dinilai dapat menghambat produsen AS untuk menjual produk mereka di Meksiko di masa depan.
Dikutip dari Channel News Asia, ketegangan ini terjadi di tengah perundingan bilateral yang alot antara AS dan Meksiko untuk mencapai kesepakatan perdagangan sementara. Selain itu, kedua negara juga tengah melakukan pembahasan paralel untuk memperbarui Perjanjian AS-Meksiko-Kanada (USMCA) yang menjadi pilar ekonomi penting bagi Meksiko.
Advertisement
Kepentingan Ekonomi dan Perlindungan Indikasi Geografis
Washington memandang skema perlindungan Indikasi Geografis (IG) milik Uni Eropa sebagai langkah yang merugikan. Dalam laporan bulan April, Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) menyatakan bahwa kewajiban bagi produsen di luar blok tersebut untuk menggunakan istilah deskriptif seperti "feta tiruan" atau "gaya asiago" dianggap memakan biaya tinggi dan tidak perlu.
"Uni Eropa terus berupaya memperluas sistem IG-nya yang merugikan, baik di dalam wilayahnya maupun di luar wilayahnya," demikian pernyataan kantor perdagangan tersebut. Laporan itu menyebutkan bahwa kebijakan tersebut berkontribusi terhadap defisit perdagangan keju AS senilai US$ 1,2 miliar atau Rp 21,30 triliun dengan blok tersebut.
Sementara itu, pihak Uni Eropa menegaskan bahwa perubahan ketentuan perjanjian tersebut tidak dimungkinkan. Juru bicara Komisi Eropa menyampaikan kepada Reuters bahwa mereka telah mencatat tindakan AS yang menentang perlindungan bagi keju-keju Eropa tersebut. Adapun pemerintah Meksiko menyatakan bahwa perjanjian dengan UE masih perlu diratifikasi oleh badan legislatif sebelum dapat diberlakukan.
Terkait hal ini, Wakil Presiden Eksekutif U.S. Dairy Export Council, Jaime Castaneda, memberikan kritik tajam. Ia mengatakan, "Apa yang dilakukan Meksiko itu sepenuhnya keliru." Ia menambahkan, "Pemerintah Meksiko harus memastikan secara mutlak Amerika Serikat dan produsen Meksiko yang menggunakan nama-nama keju umum tersebut tetap dapat beroperasi di pasar."
Advertisement
Perbedaan Budaya Produksi dan Pasar Meksiko
Meksiko merupakan salah satu konsumen keju terbesar di dunia yang gemar mengonsumsi varietas lokal seperti keju Oaxaca dan queso fresco. Namun, impor keju dari AS telah melonjak sejak 1980-an dan kini mencakup hampir 30 persen dari konsumsi domestik, dengan nilai ekspor mencapai sekitar US$ 1 miliar atau Rp 17,75 triliun per tahun.
Produsen keju Eropa menilai konflik ini mencerminkan perbedaan budaya antara produksi massal dan tradisi regional. Antonio Martinez, ketua organisasi yang melindungi penunjukan regional keju Manchego, menuturkan, "AS selalu menjadi negara dengan tingkat konsumsi bervolume tinggi, yang justru bertolak belakang dengan makna dari penunjukan asal-usul produk (designation of origin)." Ia menambahkan bahwa skala produksi kecil produsen Manchego di Spanyol memberikan "daya tarik dan identitas unik" bagi produk tersebut.
Di sisi lain, pelaku usaha di Meksiko memiliki pandangan beragam. Rodolfo Navarro, seorang distributor keju, mendukung kesepakatan dengan Uni Eropa karena dianggap akan menurunkan tarif impor dan menyasar segmen pasar yang berbeda. Namun, ia dan sesama pembuat keju lokal mengkritik produsen AS karena dianggap merusak pasar dengan menjual produk di bawah harga produksi lokal.
Georgina Yescas Trujano, salah satu pendiri Mexica Cheesemonger, juga menyoroti dominasi produk AS di pasar Meksiko. "AS membanjiri pasar Meksiko dengan produk keju karena mereka bisa menjualnya dengan harga sangat murah," ujarnya. Ia menambahkan, "Saya senang tarif impor keju Eropa diturunkan, karena orang Meksiko bisa belajar makan keju yang lebih baik."