Pemandu Wisata Bantu Cari Jurnalis Hilang Kontak

Kru Ujung Kulon Adventure berangkat mandiri menyisir Pulau Panaitan dan sekitarnya bantu pencarian jurnalis hilang kontak usai liputan GAK. Ada 'titik terang'.

Yandhi Deslatama
Oleh Yandhi Deslatama - Reporter
Pemandu Wisata Bantu Cari Jurnalis Hilang Kontak
Pemandu wisata bantu cari rombongan jurnalis hilang kontak

Kru pemandu wisata Ujung Kulon Adventure ikut membantu pencarian jurnalis hilang yang berada di speedboat hilang kontak di perairan Selat Sunda. Kapal tersebut membawa delapan orang, termasuk lima jurnalis, saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) pada Senin (7/8/2026).

Upaya pencarian dilakukan secara mandiri dengan biaya sendiri. Rute yang disisir mencakup sejumlah pulau di semenanjung Ujung Kulon, kawasan habitat Badak Cula Satu.

Salah satu kru Ujung Kulon Adventure, Deden Andriyana, menyatakan timnya bergerak sejak pagi. "Kami dari kru Ujung Kulon Adventure sekitar pukul 07.00 WIB, kami akan menyisir wilayah perairan Pulau Panaitan," kata Deden Andriyana, Kamis (10/9/2026).

Mereka menggunakan kapal yang biasa dipakai untuk membawa wisatawan dari Dermaga Sumur menuju Pulau Peucang. Kapal tersebut kini difokuskan untuk operasi penyisiran di perairan sekitar.

Menurut para pemandu, selain lima jurnalis yang hilang kontak, mereka juga mengenal para awak kapal yang ikut dalam rombongan tersebut. "Terkait kejadian teman kita Abah Bonzai, bersama kru dan para jurnalis," terang Deden.

Pencarian dilakukan perlahan dengan menyusuri Pulau Panaitan dan pulau lain di sekitar Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Jarak Pulau Panaitan ke Gunung Anak Krakatau sekitar 50 kilometer, sementara Pulau Peucang ke gunung berapi itu sekitar 73 kilometer. Adapun perjalanan dari Dermaga Sumur menuju Pulau Panaitan memakan waktu sekitar 2–3 jam.

Seiring penyisiran berlangsung, Deden menyebut adanya perkembangan. "Pencarian kita ini menyisir Pulau Panaitan membuahkan hasil, ada titik terang," jelas Deden.

Rekomendasi