Pramono Ceritakan Perjalanan Hidup, Dari Desa Kini Jadi Gubernur Jakarta

Pramono Anung mengisahkan perjuangannya dari anak desa di Kediri hingga menjadi Gubernur Jakarta saat bertemu siswa SMP Labschool Kebayoran.

Febika Indriyani
Oleh Febika Indriyani - Reporter
Pramono Ceritakan Perjalanan Hidup, Dari Desa Kini Jadi Gubernur Jakarta
Pramono Anung hadir dalam acara Parents' Day di SMP Labschool Kebayoran

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membagikan cerita perjalanan hidupnya kepada siswa SMP Labschool Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (10/9). Berasal dari keluarga sederhana di Kediri, Pramono mengatakan tidak ada masa depan bisa diraih dengan mudah tanpa kerja keras.

Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri acara Parents’ Day di SMP Labschool Kebayoran. Di hadapan para siswa, Pramono menceritakan perjalanan hidupnya sekaligus memberikan pesan agar mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan pendidikan dimiliki.

"Saya ingin menyampaikan bahwa seperti yang disampaikan oleh Pak Toto Bintoro tadi, tidak ada masa depan itu yang diperoleh dengan gampang. Tidak ada sesuatu itu yang datang tiba-tiba," kata Pramono dalam sambutannya.

Pramono mengenang masa kecilnya di Kediri sebagai anak ketiga dari tujuh bersaudara. Di keluarganya, dia merupakan anak laki-laki pertama.

Pada masa itu, menurut Pramono, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi bukan sesuatu mudah baginya. Karena itu, dia menilai kerja keras dan kemauan untuk belajar menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya hingga dapat mencapai posisi ditempatinya saat ini.

“Pada waktu itu enggak mungkin tanpa belajar dan kerja keras,” ujar Pramono.

Pramono kemudian melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi dari kegigihan dan ketekunannya dalam belajar sehingga bisa masuk Institut Teknologi Bandung (ITB). Kemudian Pramono melanjutkan pendidikan magister di Universitas Gadjah Mada dan meraih gelar doktor di Universitas Padjadjaran.

Perjalanan Pramono di dunia politik dan pemerintahan juga berlangsung panjang. Dia pernah menjadi anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, pimpinan DPR, hingga Sekretaris Kabinet sebelum akhirnya terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Pramono resmi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sejak 20 Februari 2025. Dalam menjalankan pemerintahan Jakarta, dia bersama Wakil Gubernur Rano Karno membawa sejumlah agenda, mulai dari pembenahan layanan publik hingga penanganan persoalan perkotaan.

Pemerintahan Pramono juga membawa agenda untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang lebih inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas. Hal tersebut menjadi bagian dari perhatian Pemprov DKI dalam pengembangan ruang publik dan fasilitas kota.

Setelah menjadi Gubernur Jakarta, Pramono juga menyoroti pembenahan ruang publik di Ibu Kota. Salah satunya Taman Bendera Pusaka yang berada tak jauh dari SMP Labschool Kebayoran.

Pramono mengatakan kawasan tersebut sebelumnya terlihat semrawut dan kurang tertata. Ia kemudian mendorong perubahan kawasan tersebut hingga menjadi taman yang lebih baik.

“Dulu sering kali kalau jemput anak, melihat di sini kan semrawut banyak. Saya ingin merubah itu,” ujar Pramono.

 

Pramono Anung hadir dalam acara Parents' Day di SMP Labschool Kebayoran. (merdeka.com/Febika Indriyani).
Pramono Anung hadir dalam acara Parents' Day di SMP Labschool Kebayoran. (merdeka.com/Febika Indriyani).

Pesan Pramono Anung untuk Pelajar

Dalam sambutannya di Labschool, Pramono juga menyinggung pengalaman anak-anaknya yang pernah bersekolah di Labschool. Dia menilai sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak, terutama pada usia sekolah.

Dia pun meminta para siswa tidak menyia-nyiakan kesempatan yang mereka miliki.

“Kalian sekarang ini sebenarnya pada posisi yang sudah beruntung,” kata Pramono.

Menurutnya, kesempatan mendapatkan pendidikan dengan fasilitas baik harus diimbangi dengan kemauan untuk belajar lebih rajin, bekerja keras, bersungguh-sungguh dalam mengejar cita-cita, patuh kepada orang tua, dan jangan lupa untuk beribadah.

Pramono juga membagikan buku yang berisi perjalanan hidupnya kepada siswa. Ia berharap kisah tersebut dapat memberikan semangat kepada mereka bahwa kesuksesan dapat diraih melalui kerja keras dan kesungguhan.

“Kalau orang mau kerja keras, sungguh-sungguh, pasti bisa meraih,” ujar Pramono.

Pramono berpesan para siswa untuk terus belajar lebih rajin dan tidak melupakan doa serta ibadah. Ia juga mengingatkan pentingnya doa dan restu orang tua dalam perjalanan meraih cita-cita. agar tidak melupakan peran orang tua dalam perjalanan mereka. Ia meminta anak-anak terus berusaha membuat orang tua bangga dan menghargai doa serta dukungan yang diberikan keluarga.

Rekomendasi