Norwegia menggelar rangkaian upacara kenegaraan untuk melepas kepergian Raja Norwegia Harald V. Seluruh negeri mengheningkan cipta selama satu menit, menandai berakhirnya 13 hari masa berkabung nasional setelah sang raja wafat bulan lalu pada usia 89 tahun.
Puluhan ribu orang memadati jalan-jalan utama Oslo. Para kepala negara dan pemerintahan dari berbagai negara turut hadir, mengenang sosok raja yang dikenal sederhana, tidak banyak gaya, dan membawa sejumlah perubahan selama lebih dari tiga dekade pemerintahannya.
Peti jenazah Harald dibawa menggunakan kereta artileri, diselimuti panji merah kerajaan Norwegia dan dihiasi bunga-bunga putih di bagian atasnya, dikutip dari The Guardian, Kamis (10/9/2026).
Prosesi berjalan kaki menempuh jalur utama dari istana kerajaan menuju katedral. Dari Benteng Akershus, terdengar penghormatan 21 kali tembakan meriam.
Raja Haakon VIII, yang menggantikan ayahnya setelah Harald meninggal, berjalan bersama anggota keluarga kerajaan lainnya. Sementara itu, Ratu Sonja, 89, serta istri Haakon, Ratu Mette-Marit, mengikuti prosesi menggunakan mobil. Mette-Marit diketahui masih dalam masa pemulihan setelah menjalani transplantasi paru-paru pada Juni lalu.
Dalam pidatonya, Ketua Parlemen Norwegia Masud Gharahkhani mengenang kedekatan Harald dengan rakyat.
"tidak takut menemui rakyatnya dengan sepatu bot karetnya," ujar Gharahkhani saat mengenang sang raja.
Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre menilai Harald mampu menjaga wibawa sekaligus tetap membumi.
"Harald membuat Norwegia menjadi lebih besar. Dia berbicara tentang 'kita' di Norwegia, tempat semua orang ada untuk satu sama lain," kata Støre.
Setelah upacara gereja, empat jet tempur F-35 melintas di atas katedral. Salah satu pesawat kemudian memisahkan diri dari formasi sebagai simbol kepergian sang raja.
Peti jenazah Harald selanjutnya dibawa menuju Benteng Akershus. Jenazahnya dijadwalkan dimakamkan di ruang bawah tanah kerajaan dalam upacara tertutup, berdampingan dengan makam orang tua dan kakek-neneknya.
Advertisement
Operasi Keamanan Terbesar Polisi Norwegia
Polisi Norwegia menyatakan pengamanan pemakaman Harald merupakan operasi terencana terbesar dalam sejarah kepolisian negara tersebut.
Dalam sepekan terakhir, lebih dari 46.000 warga melewati peti jenazah sang raja untuk memberikan penghormatan terakhir. Anak-anak sekolah diperbolehkan tidak mengikuti kegiatan belajar demi hadir dalam momen itu.
Perpisahan ini berlangsung di tengah berbagai krisis yang membayangi keluarga kerajaan Norwegia.
Mette-Marit, 53, mendapat kritik keras—termasuk dari perdana menteri—terkait hubungannya dengan Jeffrey Epstein, terpidana pelaku kejahatan seksual asal Amerika Serikat yang telah meninggal dunia.
Putra Mette-Marit dari hubungan sebelumnya, Marius Borg Høiby, yang tengah menjalani tahanan rumah dan mengenakan alat pemantau elektronik di pergelangan kaki sambil menunggu proses banding atas vonis pemerkosaan dan kekerasan dalam rumah tangga, diizinkan menghadiri pemakaman.
Høiby bahkan bertugas sebagai salah satu pembawa peti jenazah saat pemindahan menuju kapel kerajaan.
Meski sejumlah skandal menyeruak, dukungan terhadap monarki tetap kuat. Berdasarkan jajak pendapat untuk lembaga penyiaran publik NRK, 72 persen warga Norwegia masih mendukung sistem monarki, sementara 20 persen lainnya memilih republik atau bentuk pemerintahan lain.