Pergerakan aset orang super kaya Asia ke Singapura kian mengemuka. Kiriman emas fisik dari Dubai disebut meningkat signifikan, sementara minat pada kelas aset baru juga tumbuh di kalangan investor paling tajir kawasan.
CEO Malayan Bank Bhd untuk Singapura, Alvin Lee, menyebut kelompok ultra-high-net-worth terus mencari bauran instrumen keuangan dan aset berwujud. "Orang dengan kekayaan sangat tinggi selalu melihat instrumen keuangan serta aset fisik, baik real estat maupun logam mulia," kata Alvin Lee, CEO Malayan Bank Bhd untuk Singapura, dikutip dari CNBC, Kamis (10/9/2026).
Menurut Lee, reli harga emas beberapa waktu terakhir menegaskan peran logam mulia sebagai penyimpan nilai. "Kenaikan harga emas menjadi bukti bahwa emas merupakan penyimpan nilai yang baik. Emas tetap sangat menarik," ujarnya. Saat ini harga emas berada di kisaran US$ 4.400 per ons, masih di bawah rekor awal tahun. Goldman Sachs memperkirakan harga dapat menembus US$ 4.900 per ons pada akhir tahun, terdorong pembelian oleh bank sentral.
Advertisement
Orang Super Kaya Mulai Melirik Aset Digital
Ketertarikan investor papan atas Asia tidak terbatas pada aset tradisional. Mereka juga mulai mengeksplorasi instrumen yang lebih baru dan inovatif di luar emas dan properti.
Lee mengaitkan pergeseran ini dengan agenda alih-kelola kekayaan lintas generasi. Perhatian terhadap transfer kekayaan dari generasi lebih tua ke generasi lebih muda mendorong diversifikasi ke kelas aset baru.
"Semakin banyak, kami melihat orang kaya sangat terbuka terhadap kelas aset baru, baik aset digital maupun mata uang kripto," kata Lee.
Ia menambahkan, minat paling kuat terhadap aset digital terutama datang dari generasi muda.
Advertisement
Arus Emas dari Dubai ke Singapura
Singapura tetap menjadi salah satu tujuan utama penempatan kekayaan lintas negara. Ketegangan di Timur Tengah disebut memicu pergeseran sebagian dana yang semula mengalir ke Dubai untuk kembali ke Singapura.
Lee menyebut pengiriman emas fisik dari Dubai ke Singapura terjadi dalam volume yang jauh lebih besar dari biasanya. Ia menilai Singapura kerap memperoleh keuntungan, baik langsung maupun tidak langsung, saat terjadi krisis regional maupun global.
"Singapura akan terus sangat kuat dalam menarik kekayaan dari luar negeri. Dengan adanya konflik di Timur Tengah, banyak uang yang meninggalkan Singapura menuju Dubai kini kembali," kata Lee.
"Ini karena status kami sebagai tempat berlindung yang aman, ditambah kami memiliki kekayaan intelektual yang kuat, pemerintahan yang sangat stabil, dan yurisdiksi pajak yang sangat menarik," lanjutnya.
Advertisement
Malaysia Makin Diminati Warga Kaya China
Di luar Singapura, Malaysia juga kian dilirik warga kaya China untuk investasi dan relokasi. Valuasi yang dinilai menarik dibanding Singapura menjadi pertimbangan untuk memindahkan bisnis maupun tempat tinggal keluarga.
"Kami melihat lebih banyak warga China membeli properti untuk penggunaan pribadi maupun bisnis mereka di Malaysia. Kuala Lumpur menjadi salah satu penerima manfaatnya. Saya pikir Malaka juga demikian. Penang selalu cukup menarik bagi warga China," kata Lee.
Daftar orang kaya global Hurun edisi Maret mencatat China memiliki 1.110 miliarder, lebih banyak dibandingkan Amerika Serikat yang sebanyak 1.000 orang.