Orang Kaya Dunia Ini Terancam Jual Aset Demi Bayar Perceraian Rp11,59 Triliun

Pengadilan Tinggi Seoul memerintahkan Chairman SK Group Chey Tae-won membayar tunai 944 miliar won. Investor menakar opsi likuiditas dan reaksi pasar.

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon - Reporter
Orang Kaya Dunia Ini Terancam Jual Aset Demi Bayar Perceraian Rp11,59 Triliun
Ketua SK Group Chey Tae-won tiba di Pengadilan Tinggi Seoul, Korea Selatan, Jumat, 26 Juni 2026. (Dok. Lee Young-hwan/Newsis via AP)

Pengadilan Tinggi Seoul memerintahkan Chairman SK Group, Chey Tae-won, membayar 944 miliar won (sekitar Rp11,59 triliun, estimasi kurs Rp12,28 per won) kepada mantan istrinya, Roh Soh-yeong. Kewajiban dibayar tunai ini langsung menjadi sorotan investor karena skala dana yang harus disiapkan.

Majelis hakim mensyaratkan pembayaran dilakukan dalam bentuk uang, bukan penyerahan saham. Pengadilan mempertimbangkan bahwa kepemilikan saham Chey memiliki peran penting dalam mempertahankan kendalinya atas SK Group.

Mengutip New York Post, Minggu (26/7/2026), Chey menguasai sekitar 17,9 persen saham SK Inc., perusahaan induk konglomerasi SK Group. Forbes memperkirakan kekayaannya mencapai sekitar USD 5,4 miliar.

Guncangan Putusan dan Respons Pasar

Nilai kewajiban setara Rp11,59 triliun itu menuntut likuiditas dalam jumlah besar. Cara Chey memenuhi pembayaran menjadi salah satu fokus pelaku pasar.

Pasar saham Korea Selatan bereaksi setelah putusan diumumkan. Saham SK Inc. ditutup melemah 3,8 persen, sementara saham SK Hynix merosot 8,3 persen pada perdagangan di Seoul.

Di sisi lain, pembayaran tersebut diperkirakan tidak sampai mengancam kendali Chey atas SK Group.

Kontrol SK Group, Pembayaran Tunai, dan Opsi Likuiditas

Pengadilan menegaskan kewajiban pembayaran dalam bentuk tunai, bukan saham, dengan mempertimbangkan peran kepemilikan Chey dalam menjaga kendali atas SK Group melalui SK Inc. sebagai perusahaan induk.

Untuk memenuhi kewajiban, sejumlah opsi likuiditas yang dibahas analis antara lain menjual aset, mengambil pinjaman, atau menggunakan saham sebagai jaminan.

Dengan skema pembayaran tunai, pemenuhan dana tidak dilakukan melalui penyerahan porsi saham yang dimiliki.

Booming AI Angkat SK Hynix dan Kekayaan Chey

Sorotan terhadap kekayaan Chey juga sejalan dengan lonjakan kinerja SK Hynix di tengah pesatnya pertumbuhan bisnis kecerdasan buatan (AI).

Perusahaan semikonduktor tersebut merupakan pemasok utama high-bandwidth memory (HBM), chip memori yang digunakan dalam sistem komputasi AI, termasuk bersama prosesor buatan Nvidia.

Meningkatnya permintaan infrastruktur AI turut mendorong pergerakan saham SK Hynix dan mengangkat nilai kekayaan Chey.

Pembagian Harta, Akar Sengketa, dan Peluang Banding

Dalam putusan terbaru, pengadilan memberikan Roh sekitar sepertiga dari harta perkawinan setelah menilai kontribusinya terhadap pemeliharaan dan peningkatan kekayaan keluarga selama pernikahan.

Nilai kewajiban ini lebih rendah dibanding putusan pengadilan banding pada 2024, ketika Chey diperintahkan menyerahkan 1,38 triliun won (sekitar Rp16,95 triliun).

Kuasa hukum Chey menyatakan masih mempelajari putusan terbaru tersebut dan membuka kemungkinan mengajukan banding ke Mahkamah Agung Korea Selatan.

Sengketa keduanya juga menyeret isu asal-usul kekayaan keluarga SK. Dalam proses hukum, pengacara Roh menyerahkan catatan tulisan tangan yang disebut disimpan oleh ibunya; catatan itu mencantumkan nama "Sunkyong" nama lama SK beserta angka 30 miliar won (sekitar Rp368,4 miliar).

Dokumen tersebut dipakai untuk mendukung klaim bahwa ayah Roh, mantan Presiden Korea Selatan Roh Tae-woo, secara diam-diam memberikan dana kepada ayah Chey guna membantu perkembangan bisnis keluarga. Pihak Chey membantah pernah menerima dana itu. Mahkamah Agung Korea Selatan kemudian menolak klaim bahwa dugaan dukungan finansial tersebut harus dimasukkan dalam perhitungan harta perkawinan.

Perseteruan rumah tangga mulai terbuka ke publik pada 2015, ketika Chey mengungkapkan telah menjalin hubungan dengan perempuan lain dan memiliki seorang anak dari hubungan tersebut. Chey dan Roh menikah pada 1988 di Blue House, beberapa bulan setelah Roh Tae-woo menjadi presiden; pernikahan itu sempat dijuluki "pernikahan abad ini".

Rekomendasi