Robot Minta Tip, Ini Trik Tersembunyi di Balik Sistem Layanan Digital

Pelayan robot yang meminta tip menuai kontroversi di kalangan pelanggan. Siapa yang sebenarnya diuntungkan dari kebijakan ini?

Cahya Alena Fauza
Oleh Cahya Alena Fauza - Reporter
Robot Minta Tip, Ini Trik Tersembunyi di Balik Sistem Layanan Digital
Seorang karyawati dari restoran sushi Hamazushi menguji coba robot humaoid Pepper saat press preview di Saitama, Jepang (2/2). Robot tersebut merupakan buatan dari perusahaan telekomunikasi raksasa Jepang yang bernama Softbank. (AFP/Kazuhiro Nogi)

Pelayan robot yang meminta tip kini menjadi sorotan, memicu kontroversi dan kritik dari pelanggan. Hal ini terjadi di The Tipsy Robot, sebuah bar yang menerapkan kebijakan tersebut. Menurut laporan BBC, Selasa (25/8/2026), robot di bar ini melayani pesanan secara digital dan menyajikannya langsung kepada pelanggan. Setiap minuman yang disajikan dihargai sekitar US$ 17, atau Rp 301.678, dengan tambahan biaya layanan sebesar 10%.

Praktik meminta tip dari robot bukanlah hal baru. Di Artly Coffee di New York, robot barista juga pernah menerapkan kebijakan serupa. Di tempat lain, seperti Bandara Internasional Newark Liberty, mesin kasir mandiri juga menyarankan pemberian tip untuk pembelian tanpa kehadiran staf. Di Portland, Oregon, seorang pelayan manusia mencatat pesanan, namun robot yang menyajikan makanan.

Seorang reporter BBC menyatakan bahwa ia tidak keberatan memberikan tip 20% kepada pelayan manusia, tetapi merasa ragu jika tip tersebut diberikan kepada robot. Kebijakan ini seringkali menimbulkan kebingungan mengenai siapa yang sebenarnya menerima uang tersebut.

Perwakilan dari The Tipsy Robot dan Artly Coffee menjelaskan bahwa tip yang diberikan akan dibagi secara merata di antara pekerja manusia, dan perusahaan tidak mendapatkan bagian dari tip tersebut. Namun, Artly Coffee dilaporkan telah menonaktifkan fitur tip setelah kunjungan dari BBC. Beberapa pakar berpendapat bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari skema yang lebih besar untuk memeras lebih banyak uang dari pelanggan dan pekerja.

"Wajar jika kita percaya perusahaan meraup semua untung dari tip robot ini untuk mereka sendiri," ujar Holona Ochs, profesor madya ilmu politik di Universitas Lehigh, AS, dan penulis buku 'Gratuity'. "Pertanyaan yang penting adalah siapa yang diuntungkan maupun dirugikan," tambahnya.

Sejak pandemi, permintaan tip semakin meningkat, sering kali melalui sistem pembayaran digital. Konsumen mengeluhkan adanya "pemerasan emosional" seiring dengan meningkatnya persentase tip di seluruh dunia. Kebijakan ini menjadi titik rawan di Amerika Serikat, di mana tip memberikan celah bagi perusahaan untuk membayar pekerja di bawah Upah Minimum Regional (UMR).

Di AS, UMR ditetapkan sebesar US$ 7,25 per jam, tetapi bagi karyawan yang menerima tip, gaji ini dapat dipangkas menjadi US$ 2,13 per jam. Hukum menyatakan bahwa perusahaan tidak boleh menerima tip yang diberikan kepada karyawan, namun saat tip diberikan kepada mesin, hal ini menjadi tidak jelas.

"Standar legal untuk siapa yang menerima tip robot belum ditetapkan," ungkap Ochs. Laporan mengenai masalah tip oleh karyawan semakin sulit diakses, dan banyak karyawan merahasiakan cerita mereka demi menjaga posisi mereka. "Seringkali kita bisa melihat orang yang bekerja di dapur maupun di bar, namun tip mungkin saja diambil oleh perusahaan. Tidak ada peraturannya," tambahnya.

Meski demikian, otomatisasi industri tidak selalu berdampak buruk bagi pekerja sektor layanan. Keunikan robot menjadi nilai jual bagi The Tipsy Robot dan Artly Coffee. Artly Coffee mengungkapkan bahwa keputusan untuk menonaktifkan fitur tip dan menaikkan gaji karyawan adalah respons terhadap keluhan pelanggan. Beberapa cabang kini menggunakan toples tip fisik, di mana 100% dari tip tersebut diterima oleh karyawan manusia, menurut Abigail Smathers, direktur konten di Artly.

"Kami tidak percaya efisiensi biaya dengan mengorbankan manusia," kata Smathers. Ia menambahkan bahwa kekurangan tenaga kerja di industri layanan dapat diatasi dengan bantuan robot tanpa menggantikan manusia. Namun, ia juga menyoroti bahwa teknologi harus digunakan dengan niat baik dan integritas.

Di sisi lain, Katerina Berezina, profesor madya yang meneliti teknologi pelayanan di Universitas Mississippi, AS, berpendapat bahwa industri ini berhak mendapatkan lebih banyak pengakuan. Ia menyatakan bahwa tip adalah norma dalam industri ini dan perusahaan bekerja di bawah batasan pasar. "Tip atau biaya layanan ini bisa jadi digunakan untuk membayar tenaga kerja yang diperlukan atau pembaruan yang dibutuhkan robot," ujarnya.

Namun, kelompok advokat One Fair Wage berpendapat bahwa robot hanya merupakan cara untuk membayar gaji rendah, yang menjadi salah satu alasan kurangnya tenaga kerja di restoran. Ahli berpendapat bahwa masa depan kebijakan tip ini bergantung pada respons pelanggan.

Seringkali, tip diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap layanan baik atau sebagai respons terhadap gaji kecil pelayan. Namun, ada juga pertanyaan mengenai status dan penerimaan tip. Michael Lynn, profesor emeritus di Universitas Cornell, AS, mengatakan, "Jika tidak memberi tip, mereka akan membenci saya." Ia menambahkan bahwa hampir semua ini tidak berlaku untuk robot, sehingga tidak ada alasan untuk memberi tip.

Meski demikian, beberapa orang tetap memberikan tip kepada bartender robot. Dalam sebuah studi, 11% partisipan menyatakan bahwa mereka akan memberi tip kepada bartender robot. Berezina mencatat bahwa orang yang memiliki pengalaman dengan bartender robot lebih cenderung untuk memberi tip dibandingkan mereka yang belum.

Namun, sekitar 42% responden mengubah pikiran mereka jika tip tersebut diterima oleh karyawan manusia. Lynn berpendapat bahwa praktik ini tidak populer dan mungkin akan tetap demikian. "Perusahaan menghadirkan tip robot untuk meraup untung, tetapi jika tip ini menjauhkan pelanggan, mungkin akan dihentikan," ujarnya. "Tidak ada yang mengatur tip, tidak ada yang bisa membuat siapapun membayar. Peraturannya datang dari bawah. Saya rasa perusahaan akan melihat ini dan menghentikan hal tersebut," tambahnya.

Rekomendasi