Sulap Sampah Plastik Pesawat Jadi Barang Bernilai, Rute Bali Jadi Proyek Perdana

Sampah plastik pascakonsumsi yang berasal dari penerbangan akan dipilah dan disalurkan ke dalam ekosistem daur ulang.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Sulap Sampah Plastik Pesawat Jadi Barang Bernilai, Rute Bali Jadi Proyek Perdana
<p>Pesawat Citilink Indonesia. (Dok Citilink)</p>

Aqua dan Citilink memperkuat sinergi untuk mengajak masyarakat berwisata secara bertanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui kerja sama lintas industri ini, sampah plastik pascakonsumsi yang berasal dari penerbangan akan dipilah dan disalurkan ke dalam ekosistem daur ulang guna mendorong praktik ekonomi sirkular.

Rute penerbangan menuju Bali ditunjuk sebagai pilot project utama untuk inisiatif pengelolaan sampah inflight ini, menghubungkan langsung sektor transportasi udara dengan ekosistem daur ulang lokal.

CEO Danone Indonesia, Laurent Boissier, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menghadirkan solusi konkret bagi lingkungan.

"Di Aqua, kami percaya bahwa mobilitas dan keberlanjutan dapat berjalan berdampingan. Melalui Semangat Gerak, kami ingin menunjukkan bahwa kolaborasi lintas industri dapat menghadirkan solusi yang lebih konkret dalam mendorong ekonomi sirkular. Inisiatif ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat pengumpulan dan pengelolaan sampah plastik pascakonsumsi dengan melibatkan mitra dan komunitas lokal,” ujar Laurent Boissier dikutip dari Antara, Selasa (25/8).

Aqua sendiri telah memelopori pengumpulan sampah plastik sejak 1993, yang terus diperkuat lewat gerakan 'Bijak Berplastik' mulai 2018. Melalui jaringan bank sampah, Recycling Business Unit (RBU), collection center, hingga TPST dan TPS3R, AQUA beserta mitra mengumpulkan lebih dari 51.000 ton sampah plastik per tahun untuk didaur ulang menjadi bahan baku kemasan baru yang memenuhi standar.

Di Pulau Dewata, Aqua merancang ekosistem daur ulang dari hilir ke hulu. Kawasan Sanur kini dikembangkan menjadi area berkelanjutan lewat model bisnis isi ulang, penyediaan dropbox tempat sampah terpilah, hingga pengoperasian Reverse Vending Machine (RVM) untuk mempermudah warga dan wisatawan menyetorkan botol plastik bekas.

Komitmen Penerbangan Ramah Lingkungan

Sinergi ini menyelaraskan visi Citilink dalam menyajikan penerbangan nyaman yang tetap peduli pada dampak lingkungan sekitar.

Direktur Utama Citilink, Darsito Hendroseputro, mengungkapkan komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan.

"Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung terciptanya ekosistem yang lebih baik bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui kolaborasi dengan AQUA, kami ingin menghadirkan layanan penerbangan yang tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Inisiatif ini juga diharapkan dapat mendorong lebih banyak pihak untuk bersama-sama mengambil bagian dalam menjaga lingkungan melalui tindakan nyata," ujar Darsito Hendroseputro.

Sebelum meluncurkan pengumpulan sampah inflight, kerja sama AQUA dan Citilink dalam gerakan Semangat Geraktelah diwarnai peluncuran livery pesawat khusus berdesain imbauan hidup aktif. Selain itu, mereka menghadirkan Flomiland, yakni area instalasi interaktif di Terminal 1 C Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang mengedukasi keluarga terkait pentingnya hidrasi sehat.

Rekomendasi