Ribuan warga Palembang menggelar salat istisqa dengan harapan hujan turun di musim kemarau. Wilayah Sumatera Selatan saat ini tengah dikepung kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Salat minta hujan digelar Pemprov Sumsel di halaman rumah dinas Gubernur Sumsel, Selasa (25/8).
Hujan sangat diharapkan karena untuk menanggulangi bencana asap dan kekeringan di provinsi itu. Gubernur Sumsel Herman Deru mengungkapkan, salat istisqa merupakan bagian dari ikhtiar sebagai solusi kekeringan. Dampak musim kemarau tahun ini sangat dirasakan semua pihak, terutama ancaman terganggunya kesehatan.
"Ini adalah ikhtiar kita agar Allah turunkan hujan di musim kemarau. Sudah lebih dari dua bulan wilayah Sumsel tidak diguyur hujan," ungkap Herman Deru.
Herman Deru mengatakan, berbagai upaya penanggulangan karhutla tidak cukup jika hanya mengandalkan kemampuan manusia. Masyarakat diminta memohon ampun dan meminta pertolongan Allah SWT agar hujan segera diturunkan.
"Tentu kita tidak boleh terlalu percaya diri dengan upaya tanpa ridho Allah SWT. Kita juga mohon ampun, mohon diberikan hujan," kata dia.
Herman Deru berharap pelaksanaan salat istisqa tidak berhenti di tingkat provinsi. Ia meminta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kabupaten dan kota di Sumsel turut menggelar salat istisqa di wilayah masing-masing.
"Kita harapkan Forkopimda kabupaten kota juga melaksanakan di kabupaten kota," kata dia.
Advertisement
Pencegahan Kebakaran Hutan
Herman Deru menyebut pemerintah bersama masyarakat telah berupaya mencegah dan menanggulangi karhutla. Setelah kondisi terkendali, pemerintah juga akan melakukan rehabilitasi terhadap wilayah yang mengalami kerusakan akibat kebakaran.
"Kita sudah berusaha mencegah dan menanggulangi dan pada saatnya nanti kita akan merehabilitasi dari kerusakan karhutla," katanya.
Herman Deru menambahkan, luas lahan yang terbakar di Sumsel sejak Januari 2026 tercatat sekitar 1.920 hektare. Dengan upaya pemadaman dan pencegahan, karhutla mulai berkurang beberapa pekan terakhir. "Ini adalah data akurat. Tapi Alhamdulillah real time bersisa 99 hektare dan hari ini semakin berkurang," kata dia.
Di sisi lain, kondisi kualitas udara di Sumsel juga disebut mulai menunjukkan perbaikan meski masih fluktuatif. Herman Deru berharap hujan yang turun nantinya tidak hanya membantu membersihkan udara, tetapi juga mengatasi kekeringan yang dirasakan sebagian masyarakat.
"Upaya ini secara kasat mata bisa kita lihat sedikit lebih cerah. ISPU masih fluktuatif. Mudah-mudahan setelah kita bermunajat kepada Allah dengan sepenuh hati, menunjukkan bahwa kita hamba Allah melakukan salat istisqa sebagai jembatan langsung kepada Allah SWT dan segera diturunkan hujan," pungkasnya.