AS Peringatkan China, Bisnis dengan Iran Bisa Kena Sanksi

Kampanye yang diberi nama "Operation Economic Outcast" tersebut menyasar lima sektor utama ekonomi Iran.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
AS Peringatkan China, Bisnis dengan Iran Bisa Kena Sanksi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berdiri bersama Presiden China Xi Jinping di kawasan Temple of Heaven, Beijing, Kamis (14/5/2026). (Dok. AP/Mark Schiefelbein)

Amerika Serikat memperingatkan China dan negara-negara lain mengenai potensi sanksi sekunder jika tetap melakukan transaksi bisnis dengan Iran.

Peringatan itu disampaikan bersamaan dengan dimulainya kampanye baru Washington untuk memutus sumber-sumber ekonomi penting Iran.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kampanye yang diberi nama "Operation Economic Outcast" tersebut menyasar lima sektor utama ekonomi Iran, yaitu aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran.

"Mereka yang berdiri bersama Amerika Serikat akan menuai manfaat dari kemitraan kami. Mereka yang mengikat diri pada rezim Iran harus bersiap untuk ikut merasakan isolasi yang dialami rezim terpuruk itu," ujar Bessent dalam konferensi pers di Washington, Senin (24/8).

Bessent menegaskan tidak ada pihak yang berada di luar jangkauan sanksi AS. Menurut dia, negara maupun entitas mana pun dapat menjadi target operasi tersebut, termasuk China yang selama ini menjadi salah satu mitra dagang utama Iran.

"Setiap negara memiliki batas waktu yang telah ditetapkan untuk menghentikan aktivitas-aktivitas yang telah kami identifikasi. Jika mereka tidak mengambil tindakan, maka kami akan melakukannya secara sepihak melalui kewenangan Departemen Keuangan AS," katanya.

Dia mengatakan pemerintah negara-negara di dunia kini harus menentukan pilihan antara kemakmuran atau isolasi, perdamaian atau terorisme, serta berpihak kepada Amerika Serikat atau Iran.

Meski demikian, pemerintahan Presiden Donald Trump belum menjelaskan secara rinci mekanisme kampanye terbaru tersebut untuk menekan perekonomian Iran.

"Kami tidak akan menyebut nama-nama tertentu," kata Bessent.

 

Sanksi untuk 60 Entitas

Hingga kini belum diketahui secara jelas perbedaan strategi terbaru Washington dalam memutus sumber pendapatan Iran dengan berbagai kebijakan sanksi yang telah diterapkan sebelumnya.

Bessent hanya memberikan sejumlah gambaran mengenai penerapannya. Dia menyebut setiap entitas yang membantu aktivitas pencucian uang untuk Iran akan dikeluarkan dari sistem keuangan berbasis dolar AS.

Selain ancaman sanksi sekunder, Bessent mengatakan Washington telah menetapkan sanksi terhadap sekitar 60 entitas, individu, dan kapal di berbagai negara.

Mereka dituding membantu Iran memperoleh teknologi nuklir dan rudal secara ilegal, menjalankan operasi siber, serta menghasilkan pendapatan melalui sektor minyak.

Peringatan tersebut disampaikan ketika Trump masih berupaya mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir enam bulan. Situasi itu juga terjadi sekitar satu bulan sebelum rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Gedung Putih.

Rekomendasi