Wacana Penamaan Kapal Induk AS Tuai Kontroversi

CNN menyebut AL AS membahas mengganti nama kapal induk yang semula USS Doris Miller menjadi Trump. NAACP dan Senator Mark Kelly mengecam.

Septian Deny
Oleh Septian Deny - Reporter
Wacana Penamaan Kapal Induk AS Tuai Kontroversi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, Kamis (29/1/2026). (Dok. AP/Allison Robert)

Rencana mengubah nama sebuah kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) yang semula disiapkan untuk menghormati pahlawan perang kulit hitam Doris Miller memicu gelombang kecaman. Dikutip dari The Guardian, Minggu (23/8/2026), wacana penamaan dengan nama Presiden Donald Trump menuai protes dari kelompok hak sipil dan sejumlah tokoh publik di AS.

Angkatan Laut AS sebelumnya telah mengumumkan kapal induk yang sedang dibangun itu akan diberi nama USS Doris Miller, untuk mengenang keberanian Miller saat serangan Jepang ke Pearl Harbor pada Perang Dunia II. Namun, CNN melaporkan, mengutip tiga sumber yang mengetahui pembahasan internal, Angkatan Laut AS kini sedang mengupayakan perubahan nama kapal tersebut. Dua sumber menyebut telah ada pembicaraan untuk menggunakan nama Trump.

Menanggapi laporan itu, Angkatan Laut AS menolak berkomentar. Gedung Putih ketika dimintai tanggapan mengarahkan pertanyaan ke Departemen Pertahanan AS, sementara departemen tersebut juga menolak memberikan komentar.

Gelombang Protes Usai Wacana Nama Trump

Kecaman keras datang dari Presiden NAACP, Derrick Johnson. Organisasi hak sipil tertua di AS itu menilai wacana penggantian nama tersebut menyinggung para veteran dan prajurit yang telah mengabdi.

"Ini merupakan tamparan keras bagi setiap pahlawan perang dan setiap anggota militer yang pernah mengenakan seragam," kata Johnson.
"Doris Miller mengukir tempat dalam sejarah Amerika melalui keberanian, pengorbanan, dan pengabdian," tambah Johnson.

Aksi Doris Miller di Pearl Harbor

Nama Doris Miller bukan sekadar simbol. Ia adalah juru masak Angkatan Laut AS yang berada di Pearl Harbor ketika Jepang melancarkan serangan pada 1941. Meski tidak memiliki pelatihan formal untuk mengoperasikan sistem persenjataan, Miller dilaporkan menembak jatuh empat hingga enam pesawat pengebom Jepang.

Di tengah situasi serangan dan kebakaran, Miller membantu memindahkan kapten kapalnya yang terluka parah ke lokasi yang lebih aman. Setelah itu, ia kembali ke pos dan mengoperasikan senapan mesin untuk menembaki pesawat Jepang yang menyerang hingga diperintahkan meninggalkan anjungan.

Atas aksinya, Miller dianugerahi Navy Cross. Dua tahun kemudian, pada 1943, pengabdian itu berakhir tragis ketika kapal pengawal USS Liscome Bay yang ditumpanginya ditorpedo Jepang. Dua pertiga awak kapal dilaporkan turut tewas dalam insiden tersebut.

Kisah keberanian Miller diangkat ke layar lebar melalui film Pearl Harbor (2001), dengan aktor Cuba Gooding Jr memerankannya. Selama bertahun-tahun, keluarga Miller juga memperjuangkan agar Navy Cross yang diterimanya ditingkatkan menjadi Medal of Honor.

Tanpa Preseden Kapal Induk Bernama Presiden Aktif

Kontroversi semakin mencuat karena Angkatan Laut AS diketahui tidak pernah menamai kapal induk untuk menghormati presiden yang masih menjabat. Di sisi lain, Johnson menyoroti kondisi para personel di kapal lain yang disebut tengah menghadapi masalah.

"It’s beyond comprehension for a president to want his own name on a Navy ship while our armed forces are living in deteriorating conditions aboard the USS Abraham Lincoln," ujar Johnson.
"For generations, millions of Black women and men have proudly served in the United States military, defending freedoms that too often were not even afforded to them, their families, or their communities," katanya.

Johnson menilai penggunaan nama Trump pada kapal tersebut meremehkan warisan pengabdian para anggota militer.

"Donald Trump is making a mockery of that legacy by treating military service as another opportunity for personal branding. Our brave service members signed up to defend the nation, not the fragile ego of one man. America deserves better than this."

Kritik juga datang dari Senator Demokrat Arizona, Mark Kelly, yang merupakan pensiunan perwira Angkatan Laut AS. Melalui akun X, ia menegaskan keberanian Miller di Pearl Harbor telah melegenda dan membuatnya menerima Navy Cross.

"Dorie Miller’s bravery at Pearl Harbor is legendary and resulted in him being awarded the Navy Cross. This aircraft carrier shouldn’t be renamed at all, let alone for Donald Trump, who has denigrated servicemembers like Dorie Miller who have paid the ultimate price," tulis Kelly.
Rekomendasi