PT PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) berkolaborasi dengan Rappo Indonesia untuk meningkatkan ekonomi masyarakat prasejahtera. Kolaborasi ini fokus pada produksi furnitur dan kerajinan daur ulang dari sampah plastik, yang telah berjalan selama 1,5 tahun.
Melalui program PLN Rappo Daur Ulang ini, sebanyak 10,5 ton sampah telah berhasil diolah menjadi berbagai produk seperti furnitur, aksesori, dan plakat. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk mengelola sampah di Makassar, tetapi juga mendukung ekonomi sirkular dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Kolaborasi ini dinilai membawa dampak signifikan terhadap kemandirian ekonomi warga sekitar, seperti yang disampaikan oleh Senior Officer Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Vinca Resti Apriani. Program ini juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat prasejahtera di wilayah tersebut.
Advertisement
Advertisement
Pemberdayaan Ekonomi dan Lingkungan Berkelanjutan
Officer Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Sulselrabar, Khayrunnisa, menjelaskan ketertarikan PLN pada pengolahan sampah menjadi furnitur yang merupakan hal baru di Makassar. "Pertama karena pengolahan sampah jadi furnitur itu baru untuk kami di Makassar. Jadi kami tertarik pada saat awalnya mereka approach ke kami bahwa ini adalah salah satu bentuk variasi dari kegiatan Rappo Impact. Kami lebih tertarik ke yang baru ini," ujarnya.
Khayrunnisa menekankan pentingnya pengelolaan sampah di Makassar untuk mendukung ekonomi sirkular dan Sustainable Development Goals (SDGs). Ia berharap volume pengolahan sampah dapat meningkat dua kali lipat dari 300 kg per bulan, serta lebih banyak kantor atau perusahaan yang bekerja sama dengan Rappo untuk menyerap lebih banyak tenaga kerja.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menegaskan bahwa kolaborasi dengan Rappo Indonesia merupakan wujud komitmen PLN dalam mendukung ekonomi sirkular sekaligus pemberdayaan masyarakat prasejahtera di Sulawesi Selatan. "Kami ingin memastikan bahwa kehadiran PLN tidak hanya soal penyediaan listrik, tapi juga memberi dampak nyata bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat sekitar," kata Edyansyah.
Advertisement
Program PLN Rappo Daur Ulang ini adalah salah satu bentuk kontribusi PLN dalam mendukung pencapaian SDGs sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi warga. Edyansyah berharap kolaborasi ini terus berkembang dan berkelanjutan di wilayah kerja PLN UID Sulselrabar, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.
Advertisement
Produk Inovatif dan Jangkauan Pemasaran Luas
General Affair Rappo Indonesia, Riswanda Fatriansah, mengatakan workshop furnitur daur ulang yang merupakan kolaborasi antara PLN UID Sulselrabar dan Rappo Indonesia telah menghasilkan kursi dan meja. Produk-produk ini diminati oleh individu maupun kafe-kafe di Makassar, menunjukkan potensi pasar yang baik untuk furnitur daur ulang.
Selain furnitur, workshop PLN Rappo Daur Ulang juga memproduksi plakat daur ulang yang menarik perhatian perusahaan-perusahaan swasta. "Kalau untuk produk yang dihasilkan itu salah satunya plakat-plakat yang kita produksi dan sudah mulai ada beberapa pesanannya. Terus ada meja dan kursi. Untuk meja dan kursi ini biasanya yang pesan perorangan ataupun kafe," katanya.
Untuk pemasarannya, Riswanda menjelaskan bahwa produk meja dan kursi saat ini masih bersifat lokal di Makassar. Namun, untuk produk plakat daur ulang, jangkauan pemasarannya sudah mencapai Jakarta. Hal ini mengindikasikan potensi ekspansi pasar yang lebih luas untuk produk daur ulang inovatif ini.
Advertisement
Ia juga menambahkan bahwa bantuan yang diberikan oleh PLN sangat membantu, terutama dalam mengolah sampah jenis High-Density Polyethylene (HDPE). "Harapannya itu serapan sampah yang bisa kita olah itu bisa lebih banyak lagi," ujarnya.
Advertisement
Dampak Positif bagi Warga Lokal
Warga bernama Hendriadi merasakan langsung dampak positif dari keberadaan workshop furnitur daur ulang tersebut. Menurutnya, workshop ini berkontribusi mengurangi tumpukan sampah di wilayah sekitar, menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Setelah bergabung dengan workshop PLN Rappo Daur Ulang ini, Hendriadi juga mengakui adanya peningkatan kondisi perekonomian pribadinya. "Alhamdulillah semakin baik. Kita kerja di sini memang ada nilai ekonominya," katanya, menyoroti manfaat ekonomi langsung yang dirasakan oleh pekerja lokal.
Vinca Resti Apriani dari PLN UID Sulselrabar menegaskan bahwa kolaborasi dengan Rappo berdampak besar terhadap masyarakat sekitar, khususnya dalam hal kemandirian ekonomi. "Termasuk untuk kemandirian ekonomi, ketika kita lihat kondisi masyarakatnya seperti ini, dengan kita bekerja bersama dengan Rappo, kita juga meningkatkan kemandirian ekonomi warga sekitar," ujar Vinca.
Advertisement
Program ini secara nyata membantu meningkatkan taraf hidup warga prasejahtera dan diharapkan dapat terus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews