Pembangunan infrastruktur nasional memiliki nilai yang jauh lebih luas ketika hasil konstruksinya mampu menjawab kebutuhan mendasar masyarakat serta meningkatkan kualitas hidup di berbagai daerah. Prinsip itulah yang diusung BUMN konstruksi, PT Brantas Abipraya (Persero), dalam merampungkan berbagai penugasan strategis.
Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero), Dian Sovana, menegaskan bahwa keberhasilan suatu proyek tidak berhenti begitu pengerjaan fisik selesai.
"Bagi kami, sebuah karya infrastruktur tidak berhenti ketika konstruksinya selesai. Nilai sebuah proyek juga terlihat dari bagaimana infrastruktur tersebut dapat digunakan, memberikan manfaat, dan menjawab kebutuhan masyarakat. Prinsip inilah yang terus kami bawa dalam menjalankan berbagai penugasan perusahaan," ujar Dian, Kamis (24/9).
Pendekatan tersebut tecermin dari pembangunan 18 Sekolah Rakyat di sejumlah wilayah, meliputi Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Jawa Barat (Jabar) 1, Jabar 2, Jawa Timur, Sulawesi Utara, hingga Lampung.
Di samping fasilitas pendidikan, Brantas Abipraya juga fokus memperkuat infrastruktur sumber daya air untuk mengantisipasi perubahan pola cuaca dan risiko kekeringan. Melalui pembangunan bendungan, perusahaan mendukung ketersediaan air baku, irigasi, pengendalian banjir, serta ketahanan pangan nasional.
Sejumlah bendungan yang telah dikerjakan antara lain Bendungan Keureuto di Aceh Utara, Bendungan Kering Cijurey di Jawa Barat, Bendungan Sidan di Bali, Bendungan Semantok di Jawa Timur, serta Bendungan Budong-Budong di Sulawesi Barat. Saat ini, proyek bendungan lain juga tengah berjalan, seperti Bendungan Cabean di Blora (Jawa Tengah) dan Bendungan Mbay di NTT.
Tak hanya bendungan, Brantas Abipraya berkolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam pembangunan, rehabilitasi, dan modernisasi jaringan irigasi, termasuk pengembangan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) sebagai solusi di wilayah-wilayah rawan kekeringan.
Advertisement
Konektivitas Antarwilayah
Di sektor transportasi, BUMN ini turut menghadirkan jalan tol dan jalan bebas hambatan guna memperlancar mobilitas warga serta rantai pasok logistik. Beberapa proyek strategisnya meliputi Tol Cisumdawu (penghubung Subang–Sumedang–Bandung hingga Bandara Kertajati) serta Jalan Bebas Hambatan IKN Seksi 6B yang mendukung aksesibilitas kawasan Ibu Kota Nusantara.
"Bagi kami, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya sebuah infrastruktur, tetapi dari manfaat yang hadir setelahnya. Ketika sekolah dapat menjadi ruang belajar yang layak, bendungan menjaga ketersediaan air, mendukung produktivitas pertanian dan konektivitas, di situlah pembangunan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat," kata Dian.
Atas kiprah dan dampaknya terhadap masyarakat serta perekonomian nasional, PT Brantas Abipraya (Persero) mengait penghargaan Prominent Awards 2026 untuk kategori “Excellence in High-Impact Infrastructure Delivery” dalam Klaster BUMN dan Anak Usaha BUMN pada ajang yang digelar di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Menanggapi pencapaian ini, Dian menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh Insan Abipraya, mitra kerja, dan para pemangku kepentingan.
"Penghargaan ini mengapresiasi kerja panjang di balik setiap karya. Namun, ukuran keberhasilannya tetap pada manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, kami akan terus menjaga kualitas dan ketepatan pelaksanaan, sekaligus memastikan setiap infrastruktur yang dibangun mampu menjawab kebutuhan di wilayahnya," tutur Dian.