Jalur Arjuno-Welirang Dibuka Lagi Pekan Ini, Ini Kuota dan Syarat Barunya

UPT Tahura Raden Soerjo membuka kembali pendakian Arjuno-Welirang mulai 26/9/2026. Kuota ditetapkan dan SOP diperketat. Ini aturannya.

Hermawan Arifianto
Oleh Hermawan Arifianto - Reporter
Jalur Arjuno-Welirang Dibuka Lagi Pekan Ini, Ini Kuota dan Syarat Barunya
Ilustrasi jalur pendakian Gunung Arjuno- Welirang. (Liputan6.com/ Hermawan Arfianto)

UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo kembali membuka jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang mulai Sabtu (26/9/2026). Keputusan ini diambil setelah area terdampak kebakaran dinyatakan padam sepenuhnya dan jalur dinilai aman untuk dilalui.

Kepastian pembukaan tercantum dalam Surat Pengumuman Nomor 500.4.6.10/1690/123.7.2/2026 yang dirilis Selasa (22/9/2026). Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustuningtyas Marini, menyebut pemantauan melalui sistem SiPongi serta penyisiran langsung oleh petugas tidak lagi mendeteksi titik asap di kawasan Gunung Arjuno maupun gugusan Anjasmoro sejak Senin (14/9/2026).

Agustuningtyas merinci kebijakan kuota harian dan empat jalur resmi yang kembali dibuka.

"Kuota pendakian ditetapkan sebanyak 550 orang per hari, mencakup empat jalur resmi, yaitu jalur Sumberbrantas, Kota Batu, Tretes, Kabupaten Pasuruan, dan Lawang, Kabupaten Malang," ujarnya, Kamis (24/9/2026).

Menurut dia, pemesanan tiket telah dibuka secara daring melalui platform SiPENERANG dan tiketpendakian.com. Pengelola juga memprioritaskan calon pendaki yang terdampak penutupan darurat sejak pertengahan Agustus.

"Kami mengutamakan pendaki yang melakukan reschedule. Ada sekitar 3.700 pendaki yang terdampak penutupan sejak kebakaran terjadi pada 18 Agustus 2026," tambahnya.

SOP Pendakian Arjuno-Welirang Diperketat

Untuk mengantisipasi potensi kebakaran susulan, Tahura memperketat standar operasional prosedur (SOP) di lapangan. Seluruh pendaki dilarang keras membuat api unggun di area mana pun sepanjang jalur pendakian.

Petugas pos perizinan akan melakukan pemeriksaan ketat terhadap barang bawaan, termasuk logistik dan perlengkapan yang berpotensi memicu api.

"Selain itu, kami juga mewajibkan setiap pendaki untuk membawa turun seluruh sampah logistik guna menjaga kelestarian ekosistem Arjuno-Welirang," pungkasnya.
Rekomendasi