Kepedulian terhadap penyintas bencana di Bireuen, Aceh, diwujudkan lewat langkah konkret. Bantuan dana sosial sebesar Rp660 juta resmi diserahterimakan untuk membangun delapan unit hunian tetap (huntap) layak huni. Penyerahan bantuan ini dilangsungkan di sela kajian keagamaan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.
Proyek perumahan ini lahir dari kolaborasi strategis antara Permata Bank Syariah dan lembaga filantropi DT Peduli. Momen penyerahan simbolis tersebut disaksikan langsung oleh tokoh keagamaan terkemuka, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), di hadapan para jemaah.
Group Head Sharia Business Unit Permata Bank, Muhammed Pinto, menyampaikan bahwa pembangunan huntap ini disiapkan sebagai pijakan awal bagi warga terdampak untuk bangkit dari masa sulit.
"Kami berharap delapan unit rumah ini memfasilitasi kebutuhan mendasar warga untuk kembali menata kehidupan dan aktivitas pasca bencana secara mandiri," jelas Pinto di Jakarta, Selasa (25/8).
Untuk menjamin efektivitas dan akuntabilitas dana kemanusiaan, pengelolaan anggaran dikawal ketat melalui mekanisme audit independen dan prinsip-prinsip syariah.
Ketua UPZDK Permata Bank Syariah, Awaludin Gumbira, menegaskan komitmen tersebut demi menjaga kepercayaan publik dan ketepatan sasaran bantuan.
"Kami memastikan setiap instrumen pendanaan publik diawasi secara terukur melalui sistem audit internal guna menjamin transparansi serta standar kepatuhan syariah. Langkah manajerial ini kami terapkan secara konsisten untuk menjaga integritas penyaluran dana kemanusiaan agar terdistribusi akurat kepada daftar penerima manfaat yang terverifikasi," tegas Awaludin.
Advertisement
Siap Kawal Konstruksi Hingga Tuntas
Sebagai mitra pelaksana di lapangan, DT Peduli menyatakan kesiapannya untuk mengawasi seluruh tahapan pembangunan fisik huntap di Aceh agar memenuhi standar bangunan tahan bencana.
Direktur Utama DT Peduli, Jajang Nurjaman, memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan akan dimaksimalkan penuh untuk konstruksi hunian warga.
"Kami akan mengawal seluruh tahapan konstruksi huntap di Bireuen, Aceh, hingga tuntas dan sesuai dengan rancangan standar kelayakan bangunan kebencanaan," kata Jajang.
Sinergi antara sektor perbankan syariah dan lembaga pengelola zakat ini menjadi contoh nyata model pembiayaan krisis yang tanggap dan berorientasi dampak jangka panjang. Pembangunan delapan unit huntap ini diharapkan selesai tepat waktu agar para keluarga penerima manfaat dapat segera menempati rumah baru dan memulihkan roda kehidupan sosial-ekonomi mereka.