10 Miliarder Donatur Terbesar Pemilu AS, Elon Musk hingga George Soros

Sebanyak 10 miliarder AS telah menggelontorkan dana hingga Rp 13,03 triliun untuk kampanye pemilu. Simak daftar donatur besar dan ke mana aliran dana mereka.

Thurfah Mahira Ahnaf
Oleh Thurfah Mahira Ahnaf - Reporter
10 Miliarder Donatur Terbesar Pemilu AS, Elon Musk hingga George Soros
CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, membuat gestur yang dibandingkan dengan hormat ala Nazi saat berpidato selama parade pelantikan Donald Trump di Capitol One Arena, di Washington DC, Amerika Serikat (AS), Senin (20/1/2025). (Dok. Angela Weiss/AFP)     

 

Sebanyak 10 individu terkaya dan miliarder di Amerika Serikat (AS) tercatat telah menggelontorkan dana mencapai US$ 734 juta atau sekitar Rp 13,03 triliun untuk mendukung berbagai kandidat serta komite politik menjelang pemilu paruh waktu. Data yang dihimpun oleh The New York Times dan The Washington Post menunjukkan bahwa aliran dana kampanye ini didominasi oleh para taipan di sektor teknologi, kripto, hingga hedge fund.

Selain keterlibatan individu, sejumlah perusahaan besar seperti Coinbase, Crypto.com, dan platform taruhan olahraga DraftKings juga turut memberikan dukungan finansial. Berdasarkan data yang dilansir Forbes, Minggu (30/8/2026), dana tersebut disalurkan untuk memperkuat posisi kandidat serta komite aksi politik (PAC) dalam siklus pemilu tahun ini.

Di sisi lain, laporan dari Brennan Center of Justice pada Februari lalu mencatat bahwa super PAC milik Presiden Donald Trump, yakni MAGA Inc., telah mengumpulkan dana sekitar US$ 400 juta atau Rp 7,1 triliun. Sebanyak 96% dari total dana tersebut berasal dari sumbangan senilai US$ 1 juta atau lebih, namun hingga saat ini, penggunaan dana tersebut masih menjadi sorotan karena belum sepenuhnya dibelanjakan.

Dominasi Taipan Teknologi dan Kripto

Daftar donatur individu ini mencakup nama-nama besar yang memiliki pengaruh kuat di industri masing-masing. Marc Andreessen, dengan estimasi kekayaan US$ 1,9 miliar atau Rp 33,7 triliun, tercatat menyumbang US$ 42,2 juta atau Rp 749,3 miliar secara pribadi. Sumbangan tersebut sebagian besar mengalir ke komite aksi politik pendukung industri kecerdasan buatan, kripto, serta MAGA Inc.

Sementara itu, George Soros bersama putranya, Alex Soros, menjadi donatur utama bagi kubu Demokrat dengan total sumbangan mencapai US$ 103,7 juta atau Rp 1,84 triliun. Di kubu pendukung Trump, Jeff Yass menyumbang US$ 93,8 juta atau Rp 1,66 triliun, termasuk dukungan untuk pencalonan Vivek Ramaswamy sebagai gubernur Ohio.

Elon Musk, yang tercatat sebagai orang terkaya di dunia, memberikan kontribusi sebesar US$ 90,5 juta atau Rp 1,6 miliar, utamanya melalui America PAC miliknya. PAC tersebut dilaporkan telah mendapatkan izin untuk membelanjakan hingga US$ 120 juta atau Rp 2,13 triliun guna mendukung kandidat Senat dan DPR di sejumlah negara bagian yang menjadi medan pertarungan utama.

Dukungan Finansial di Berbagai Tingkat Pemilu

Selain nama-nama di atas, terdapat pula pasangan Richard dan Elizabeth Uihlein yang menyumbang US$ 70 juta atau Rp 1,24 triliun sebagai donatur setia Partai Republik. Miriam Adelson mengucurkan US$ 67,6 juta atau Rp 1,2 triliun, di mana US$ 25 juta di antaranya dialokasikan untuk MAGA Inc. dan US$ 40 juta untuk kandidat Partai Republik lainnya.

Chris Larsen, salah satu pendiri Ripple Labs, menyumbang US$ 15,2 juta atau Rp 269,89 miliar secara pribadi, dengan fokus pada super PAC pro-kripto Fairshake serta kandidat Demokrat yang mengusung isu energi bersih. Paul Singer juga tercatat menyalurkan US$ 52,5 juta atau Rp 932 miliar, termasuk pendanaan penuh untuk super PAC baru bernama STW PAC Inc.

Daftar ini dilengkapi oleh saudara kembar pendiri bursa kripto Gemini, Cameron dan Tyler Winklevoss, yang menyumbang total US$ 42,7 juta atau Rp 758 miliar. Terakhir, Ken Griffin menyumbang US$ 32,2 juta atau Rp 571,74 miliar untuk mendukung kandidat Partai Republik, meskipun ia sempat melontarkan kritik terhadap pemerintahan Trump.

Rekomendasi